Seabad Lebih Usia Bagelen, Desa Dorong Penelusuran dan Dokumentasi Jejak Kolonial
- 24 Agt 2026 07:20 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pesawaran - Lebih dari satu abad berlalu sejak gelombang pertama kolonisasi tiba di Bagelen, Pesawaran. Namun, sebagian jejak sejarah desa tersebut hingga kini masih tersimpan dalam cerita masyarakat dan belum seluruhnya terdokumentasi. Mulai dari kisah kedatangan penduduk, pembukaan hutan, benda peninggalan hingga kesenian tradisional, berbagai kepingan sejarah masih tersebar di tengah masyarakat.
Sekretaris Desa Bagelen, Lasmono, mengatakan catatan mengenai sejarah desa masih perlu terus digali untuk melengkapi informasi yang telah tersedia.
“Yang betul-betul asli dari 1905 belum terinventarisasi,” kata Lasmono, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurutnya, belum semua benda yang masih digunakan masyarakat dapat dipastikan berasal dari masa kolonisasi awal. Begitu pula dengan sejumlah cerita mengenai perjalanan para pendatang yang masih banyak disampaikan melalui tradisi lisan.
Karena itu, diperlukan pendataan terhadap benda, dokumen, cerita masyarakat dan kesenian yang berkaitan dengan sejarah Bagelen.
Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, mengatakan upaya tersebut penting agar sejarah desa tidak terputus ketika generasi berganti.
“Kita patut bersyukur Desa Bagelen memiliki sejarah yang sangat panjang. Ini menjadi identitas dan kebanggaan bagi masyarakat Bagelen karena sejarahnya tidak dimiliki oleh semua daerah,” ujar Merdi.
Menurutnya, generasi muda perlu mengetahui bahwa Bagelen tidak terbentuk secara tiba-tiba. Desa tersebut bermula dari kedatangan penduduk asal Bagelen Kedu, Purworejo, Jawa Tengah, pada 1905 sebagai bagian dari program kolonisasi pemerintah Hindia Belanda.
Para pendatang kemudian membuka hutan, membangun permukiman dan mengembangkan pertanian. Warisan tersebut kemudian berkembang menjadi kehidupan sosial dan kebudayaan yang masih dapat ditemukan hingga sekarang.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikan sejarah tersebut. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mengetahui Bagelen sebagai sebuah desa, tetapi tidak mengetahui bagaimana awal mula desa ini terbentuk,” katanya.
Merdi berharap berbagai peninggalan yang masih tersimpan dapat dihimpun dan didokumentasikan sehingga sejarah Desa Bagelen dapat dipelajari secara lebih utuh. Ia juga menyebut sejarah kolonisasi Bagelen memiliki kaitan dengan mobilitas masyarakat Jawa pada masa kolonial yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Suriname di Amerika Selatan.
“Bagelen memiliki sejarah yang sangat luar biasa. Kita harus bersyukur dan bangga karena memiliki warisan sejarah yang begitu panjang dan menjadi bagian dari sejarah kolonisasi,” ujar Merdi.
Bagi masyarakat Bagelen, menjaga sejarah bukan hanya tentang merawat benda-benda lama. Lebih dari itu, sejarah menjadi cara untuk memahami bagaimana sebuah komunitas terbentuk dan bagaimana warisan tersebut diteruskan hingga hari ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....