Penghimpunan Zakat Lampung Capai Rp1 Miliar, Gubernur Dorong Penguatan UPZ Desa
- 18 Sep 2026 19:41 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat pengelolaan zakat hingga tingkat desa agar pelayanan semakin dekat dengan masyarakat dan penyaluran zakat memberikan manfaat nyata bagi penerima.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka BAZNAS Strategic Development Pimpinan BAZNAS se-Provinsi Lampung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat 18 September 2026.
Menurut Mirza, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan membayar zakat. Karena itu, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
“Yang kita bicarakan bukan hanya mengenai pengelolaan lembaga, tetapi bagaimana memastikan zakat benar-benar hadir sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan, memberikan harapan, dan mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Mirza.
Ia menilai penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa menjadi langkah strategis karena desa merupakan lingkungan yang paling dekat dengan masyarakat. Keberadaan UPZ Desa dinilai dapat membantu memetakan kondisi muzaki dan mustahik secara lebih akurat.
“UPZ Desa harus menjadi ujung tombak. Bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga membangun literasi zakat, memetakan muzaki dan mustahik, serta mendekatkan pelayanan zakat kepada masyarakat,” katanya.
Mirza mengatakan penguatan UPZ Desa sejalan dengan Program Desaku Maju yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, ekonomi, kelembagaan, dan kolaborasi di tingkat desa.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, tokoh agama, kelompok masyarakat, dan UPZ dapat menjadi kekuatan sosial dalam mendukung pengentasan kemiskinan serta membangun kemandirian masyarakat.
Gubernur juga mendorong agar penyaluran zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan konsumtif. Zakat perlu diarahkan pada program produktif yang dapat meningkatkan kemampuan ekonomi penerima manfaat.
“Tujuan zakat bukan menciptakan ketergantungan, tetapi melahirkan kemandirian. Keberhasilan zakat adalah ketika mustahik dapat berkembang dan kelak menjadi muzaki,” ujarnya.
Selain pengelolaan dana, Mirza meminta para amil mengedepankan profesionalisme dan kepedulian ketika memberikan pelayanan. Menurutnya, masyarakat yang datang ke BAZNAS tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga membawa harapan dan persoalan yang perlu didengarkan.
“Masyarakat yang datang ke BAZNAS bukan hanya membawa proposal. Mereka membawa harapan dan kegelisahan. Karena itu, jadilah sahabat umat, tempat masyarakat bertanya dan mencari harapan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan dukungan pemerintah daerah dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem zakat. Ia memaparkan Asta Strategi BAZNAS 2026-2031 yang mencakup delapan strategi prioritas.
Strategi tersebut meliputi penguatan tata kelola dan digitalisasi manajemen, peningkatan kompetensi dan profesionalisme amil, perluasan jaringan organisasi hingga UPZ Desa, penguatan komunikasi dan kerja sama, riset dan inovasi, peningkatan literasi serta kualitas layanan, hingga penguatan pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
“Pastikan UPZ sampai dengan UPZ Desa. Zakat harus dikelola dengan amanah, transparan, dan memberikan dampak,” ujarnya.
Ketua Pelaksana BAZNAS Strategic Development sekaligus Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan kegiatan tersebut merupakan program BAZNAS RI yang dilaksanakan di Lampung dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu tahun Gerakan Sadar Zakat di Provinsi Lampung.
Ia menyebut penghimpunan zakat BAZNAS Provinsi Lampung mengalami peningkatan setelah adanya Surat Edaran Gubernur Lampung pada Juli 2025. Penghimpunan yang sebelumnya sekitar Rp70 juta kini mencapai sekitar Rp1 miliar.
Untuk memperkuat akuntabilitas, BAZNAS Provinsi Lampung melakukan pengawasan internal terhadap pengelolaan dana zakat agar penyalurannya tepat sasaran.
Iskandar juga menyampaikan BAZNAS Provinsi Lampung memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik dan telah diraih selama delapan kali berturut-turut.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan peluncuran digitalisasi UPZ Desa, program Beasiswa Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur'an, infak pendidikan, serta penyaluran zakat berbasis data.
Selain itu, dilakukan penyerahan PKS Program Bedah Rumah kepada Kodam XXI/Raden Intan, penyerahan infak pendidikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta penyerahan Surat Keputusan UPZ.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....