Hadapi Kemarau, Dinas Pertanian Primgsewu Optimalkan Sistem Pompanisasi

  • 07 Agt 2026 13:40 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Ancaman musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Pringsewu menjadi perhatian Dinas Pertanian setempat. Berbagai upaya disiapkan untuk menjaga produktivitas pertanian, mulai dari memastikan stok pupuk bersubsidi tetap tersedia hingga mengoptimalkan pompa air di lahan-lahan yang mengalami kekurangan pasokan air.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Bayu Kurniawan, mengatakan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani dipastikan tetap terpenuhi sesuai data yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Apabila terdapat tambahan program atau perluasan areal tanam, kebutuhan pupuk akan kembali diusulkan melalui pembaruan data e-RDKK sebelum diajukan ke pemerintah pusat.

“Kalaupun ada program tambahan, kebutuhan pupuknya akan diusulkan melalui pembaruan e-RDKK dan realisasi pupuk bersubsidi ke pemerintah pusat,” ujar Bayu, Jumat 7 Agustus 2026.

Menurut Bayu, pembaruan data e-RDKK dilakukan secara berkala sehingga kebutuhan pupuk pada setiap musim tanam dapat terus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Selain menjamin ketersediaan pupuk, Dinas Pertanian juga memaksimalkan pemanfaatan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah diterima dari Kementerian Pertanian. Salah satu fokus utama saat ini ialah pengoperasian pompa air untuk membantu petani mempertahankan ketersediaan air di sawah.

“Pompa air diberikan untuk membantu petani mencegah gagal panen sekaligus mengairi sawah yang sulit mendapatkan pasokan air,” katanya.

Sepanjang tahun 2026, pemerintah telah meningkatkan dukungan infrastruktur pertanian pada sekitar 620 hektare lahan yang tersebar di sembilan kecamatan. Perbaikan tersebut mencakup jaringan irigasi dan berbagai sarana penunjang lainnya. Sementara itu, alsintan yang telah disalurkan kepada kelompok tani terdiri atas 46 unit pompa air, 38 unit traktor, dua unit crawler, dua unit drone pertanian, 20 unit hand sprayer, lima unit rice transplanter, serta dua unit combine harvester.

Menghadapi musim kemarau, seluruh sumur bor yang tersedia kini dimanfaatkan secara maksimal. Pompa-pompa air yang sebelumnya telah disalurkan kepada kelompok tani juga dioperasikan untuk menjaga pasokan air di lahan pertanian yang mulai terdampak kekeringan.

Meski begitu, Bayu mengakui masih ada sejumlah kawasan yang mengalami keterbatasan air, terutama lahan tadah hujan serta areal yang berada di sepanjang jaringan irigasi dengan debit air primer yang belum memadai, seperti pada sistem irigasi Tebu. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pertanian terus menjalin koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung, hingga penyuluh pertanian lapangan. Langkah itu dilakukan melalui penyampaian proposal bantuan, usulan program, serta pendataan kebutuhan sarana dan prasarana yang diajukan kelompok tani.

Di samping penanganan jangka pendek, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman dari IP 200 menjadi IP 300 atau tiga kali musim tanam dalam setahun melalui optimalisasi luas tanam padi. Modernisasi pertanian juga terus didorong melalui digitalisasi penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan sistem e-RDKK dan iPubers. Di saat yang sama, pemanfaatan alsintan oleh kelompok tani, Gapoktan, maupun Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) terus ditingkatkan agar proses budidaya semakin efisien.

“Distribusi pupuk bersubsidi juga kami awasi secara digital agar penyalurannya tepat sasaran dan tepat waktu,” jelas Bayu.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian telah mengusulkan sejumlah pembangunan infrastruktur baru kepada Kementerian Pertanian. Usulan tersebut meliputi pembangunan sumur bor, Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), embung, hingga penambahan program pompanisasi.

“Saat ini usulannya sudah kami sampaikan ke Kementerian Pertanian dan tinggal menunggu alokasi serta realisasinya,” ungkapnya.

Sementara mengenai program cetak sawah baru, Bayu menyebut pelaksanaannya masih menunggu pembangunan Bendungan Way Waya di Kecamatan Pagelaran Utara. Bendungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi sehingga membuka peluang pengembangan lahan sawah baru di Kabupaten Pringsewu pada masa mendatang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....