Kolaborasi Pemerintah dan PLN Dorong Perluasan Pertanian Modern di Lampung
- 25 Agt 2026 07:08 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan kelompok tani menjadi salah satu kunci dalam memperluas penerapan teknologi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Lampung. Sinergi tersebut terlihat dalam pengembangan percontohan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.
Pengembangan PM-AAS dilakukan di atas lahan seluas 100 hektare dengan produktivitas padi mencapai sekitar 11,4 ton per hektare. Capaian tersebut menunjukkan potensi teknologi pertanian dalam mendorong peningkatan hasil produksi sekaligus efisiensi usaha tani.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan teknologi dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. “Ini membuktikan bahwa inovasi dan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong penerapan teknologi pertanian agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak petani. Upaya tersebut diharapkan turut meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam pengembangan kawasan PM-AAS, PLN turut berperan melalui pembangunan jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air sebagai bagian dari sistem pengairan sawah. General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif.
“Listrik kini tidak hanya menjadi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bagian penting dalam modernisasi pertanian,” kata Noer. Saat ini, PLN UID Lampung telah mendukung elektrifikasi di sejumlah kawasan pertanian, antara lain 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa, 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan, serta 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus Ketua Program Listrik Masuk Sawah, Hermansyah, mengatakan pemetaan kebutuhan listrik akan terus dilakukan bersama PLN dan dinas pertanian agar fasilitas pompa yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan dukungan infrastruktur listrik, teknologi pertanian, dan koordinasi lintas sektor, pengembangan pertanian modern di Lampung diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....