Pemprov Lampung Waspadai Dampak El Nino terhadap Produksi Padi dan Pasokan Beras
- 05 Sep 2026 10:12 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung mewaspadai dampak penguatan fenomena El Nino terhadap produksi padi dan pasokan beras di daerah. Kondisi cuaca tersebut berpotensi memperpanjang musim kemarau sehingga dapat mengganggu produksi dan panen padi.
Kewaspadaan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Provinsi Lampung yang digelar di Ruang Rapat Sakai Sambayan, pada hari Kamis, 3 September 2026. Pemerintah daerah menilai kondisi cuaca perlu diantisipasi agar tidak berdampak lebih besar terhadap ketersediaan pangan dan harga beras.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan kenaikan harga beras telah berlangsung sejak Juli seiring berlalunya musim panen dan masuknya musim kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena periode panen padi di Lampung berlangsung mulai Agustus dan mencapai puncaknya pada September.
Bimo mengatakan penguatan fenomena El Nino dikhawatirkan memperpanjang musim kemarau di Lampung. Kondisi itu berpotensi mengurangi pasokan gabah dari sejumlah sentra produksi padi di daerah.
Jika pasokan gabah terganggu, tekanan terhadap harga beras diperkirakan dapat semakin besar. Karena itu, langkah antisipasi diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan beras dan kebutuhan masyarakat.
Meski menghadapi potensi gangguan cuaca, kapasitas produksi padi Lampung masih cukup besar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung mencatat produksi gabah kering panen (GKP) hingga September 2026 mencapai sekitar 2,85 juta ton dari luas panen sekitar 535 ribu hektare.
Dengan tingkat rendemen sekitar 53-54 persen, produksi GKP tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 1,9 juta ton beras. Pemerintah daerah pun menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan, salah satunya mengoptimalkan stok beras SPHP BULOG sebagai instrumen intervensi pasar ketika diperlukan.
Selain menjaga pasokan jangka pendek, penguatan produksi juga dipandang penting untuk menghadapi risiko perubahan cuaca dalam jangka panjang. Upaya tersebut mencakup perbaikan jaringan irigasi, penggunaan bibit yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca, serta penguatan penyaluran pupuk kepada petani.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap berbagai langkah antisipasi tersebut mampu menjaga ketersediaan pangan di tengah potensi penguatan El Nino. Dengan pasokan yang tetap terjaga, perubahan kondisi cuaca diharapkan tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih besar di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....