Kebakaran Lahan di Bandarlampung Meningkat Selama Musim Kemarau

  • 03 Sep 2026 14:57 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebakaran lahan di Kota Bandarlampung meningkat selama musim kemarau dengan total 38 kejadian yang tercatat sepanjang Agustus 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat mencatat luas area yang terbakar mencapai sekitar tiga hektare di berbagai wilayah kota.

Data Damkarmat menunjukkan kebakaran lahan terjadi di sejumlah kecamatan dengan sebaran yang berbeda. Kecamatan Telukbetung Timur menjadi wilayah dengan kasus terbanyak yakni tujuh kejadian, disusul Kemiling dengan enam kejadian.

Kepala Damkarmat Kota Bandarlampung Anthony Irawan mengatakan lahan yang terbakar mayoritas merupakan lahan kosong milik warga dan kawasan perbukitan yang ditumbuhi ilalang kering. Kondisi cuaca kemarau membuat vegetasi kering lebih mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api.

“Lahan yang terbakar umumnya berupa lahan kosong milik masyarakat serta kawasan perbukitan yang didominasi ilalang dan tanaman kering,” kata Anthony Irawan, Kamis, 3 September 2026.

Selain Telukbetung Timur dan Kemiling, sejumlah kecamatan lain turut mencatat kejadian kebakaran lahan seperti Sukabumi, Tanjungkarang Barat, dan Telukbetung Barat. Beberapa wilayah lain mencatat satu hingga dua kejadian, sementara Kedaton, Tanjungkarang Pusat, dan Tanjungsenang tidak mengalami kebakaran lahan selama Agustus.

Anthony mengungkapkan sebagian besar kebakaran diduga dipicu aktivitas manusia, terutama pembakaran sampah yang tidak diawasi. Api yang ditinggalkan dalam kondisi masih menyala berpotensi merembet ke lahan kering di sekitarnya.

“Mayoritas kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas warga, terutama pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga ditinggalkan begitu saja. Selain itu, terdapat pula dugaan kebakaran yang disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan,” ujarnya.

Damkarmat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama saat kondisi angin bertiup cukup kencang. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di area terbuka maupun lahan kosong.

Pemerintah Kota Bandarlampung juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan petugas kebersihan untuk pengelolaan sampah rumah tangga. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran lahan sekaligus menjaga lingkungan tetap aman selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....