Sepele tapi Berdampak Besar! Ini Kebiasaan PHBS yang Sering Diabaikan

  • 26 Agt 2026 06:31 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sering kali dianggap sebagai hal sederhana yang tidak membutuhkan perhatian khusus. Padahal, kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

PHBS merupakan serangkaian perilaku yang dilakukan atas kesadaran untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Penerapannya tidak selalu membutuhkan biaya besar atau fasilitas khusus. Banyak kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi justru masih sering diabaikan.

Salah satu kebiasaan yang paling mudah dilakukan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Aktivitas ini kerap dilakukan secara terburu-buru atau bahkan dilewati, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar rumah, serta setelah memegang benda yang berpotensi terkontaminasi.

Tangan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai benda. Jika kebersihannya tidak dijaga, kuman dan kotoran dapat berpindah ke makanan, wajah, mulut, atau bagian tubuh lainnya.

Selain mencuci tangan, kebiasaan menjaga kebersihan kuku juga sering dianggap sepele. Kuku yang panjang dan kotor dapat menjadi tempat menempelnya kotoran dan mikroorganisme. Karena itu, memotong kuku secara teratur dan membersihkannya menjadi bagian penting dari kebiasaan hidup bersih.

Kebiasaan lain yang masih sering diabaikan adalah membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang dibiarkan berserakan tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga dapat menimbulkan bau, menyumbat saluran air, serta menjadi tempat berkembang biaknya berbagai organisme pembawa penyakit.

Pengelolaan sampah juga perlu dilakukan dengan lebih bertanggung jawab. Sampah sebaiknya dipilah berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dikelola. Sampah organik dapat dimanfaatkan atau diolah kembali, sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah untuk didaur ulang.

Menjaga kebersihan toilet dan kamar mandi juga menjadi bagian penting dari PHBS. Ruangan yang lembap dan tidak terawat dapat menjadi lingkungan yang kurang sehat. Membersihkan lantai, saluran air, bak penampungan air, serta memastikan toilet tetap bersih merupakan kebiasaan yang perlu dilakukan secara rutin.

Hal lain yang sering terlupakan adalah memastikan tempat penampungan air tetap bersih dan tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Membersihkan dan menguras tempat penampungan air secara berkala dapat menjadi langkah sederhana dalam menjaga lingkungan rumah tetap sehat.

PHBS juga berkaitan dengan kebiasaan menjaga kebersihan makanan dan minuman. Makanan yang dikonsumsi perlu dipastikan bersih dan diolah dengan cara yang higienis. Peralatan makan dan minum juga perlu dicuci dengan baik sebelum digunakan.

Kebiasaan menyentuh makanan dengan tangan yang belum dicuci, membiarkan makanan terbuka terlalu lama, atau menggunakan peralatan makan yang tidak bersih dapat meningkatkan risiko masuknya kotoran dan mikroorganisme ke dalam tubuh.

Di sisi lain, kebersihan lingkungan tempat tinggal tidak dapat dipisahkan dari PHBS. Rumah yang bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, mendapatkan pencahayaan cukup, serta terbebas dari tumpukan barang dan sampah akan lebih nyaman untuk dihuni.

Membersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, sakelar lampu, dan peralatan rumah tangga, juga dapat menjadi bagian dari rutinitas kebersihan. Kebiasaan tersebut terutama penting pada benda yang digunakan atau disentuh oleh banyak orang.

PHBS juga mencakup kebiasaan menjaga kebersihan diri. Mandi secara teratur, mengganti pakaian yang sudah kotor atau berkeringat, membersihkan gigi, serta menjaga kebersihan rambut merupakan rutinitas sederhana yang memiliki peran dalam menjaga kondisi tubuh.

Menjaga kesehatan tidak berhenti pada kebersihan fisik. Pola hidup sehat juga perlu didukung dengan aktivitas fisik secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan air minum, beristirahat dengan cukup, dan menghindari kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan.

Di lingkungan keluarga, penerapan PHBS dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Orang tua dapat membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kamar, serta membersihkan peralatan pribadi setelah digunakan.

Pembiasaan sejak dini penting karena perilaku bersih dan sehat akan lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas apabila dilakukan secara konsisten. Kebiasaan tersebut juga dapat terbawa ketika anak berada di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Di sekolah, penerapan PHBS dapat dilakukan melalui kebiasaan menjaga kebersihan ruang kelas, menggunakan toilet dengan baik, mencuci tangan sebelum makan, serta tidak membuang sampah sembarangan. Lingkungan sekolah yang bersih dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman.

Sementara di lingkungan masyarakat, PHBS membutuhkan kepedulian bersama. Menjaga kebersihan jalan, saluran air, fasilitas umum, dan ruang terbuka tidak cukup dilakukan oleh satu atau dua orang. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Berbagai kebiasaan tersebut memang terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten oleh banyak orang, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

PHBS pada dasarnya tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Membiasakan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan kuku, membuang dan memilah sampah, membersihkan rumah, menjaga kebersihan makanan, serta memastikan lingkungan bebas dari genangan air merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan setiap hari.

Kebiasaan yang sering dianggap sepele justru dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan. Karena itu, penerapan PHBS perlu dimulai dari diri sendiri, dilakukan secara konsisten, kemudian menjadi kebiasaan di dalam keluarga dan lingkungan.

Dengan membangun kebiasaan bersih dan sehat sejak dari aktivitas sehari-hari, masyarakat tidak hanya menjaga kesehatan diri, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan sehat bagi semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....