Kenali Penyebab Asam Lambung saat Bekerja dan Kapan Perlu Endoskopi
- 10 Agt 2026 20:57 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar lampung - Rutinitas kerja yang padat kerap membuat jam makan tergeser. Banyak pekerja kantoran baru sempat makan setelah pulang kerja, bahkan melewatkan jam makan sama sekali karena tuntutan aktivitas.
Kebiasaan menunda makan, minum kopi berlebihan, hingga makan porsi besar pada malam hari sering dianggap bagian dari gaya hidup yang sulit dihindari. Ditambah tekanan pekerjaan sepanjang hari, kondisi ini dapat memicu keluhan asam lambung, termasuk GERD (gastroesophageal reflux disease).
Dokter spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Ario Perbowo Putra, mengatakan keluhan asam lambung yang berulang tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, pola makan tidak teratur hingga stres dapat memicu gangguan pada saluran cerna.
"Pola makan yang tidak teratur, jeda makan yang terlalu panjang, konsumsi makanan tertentu, hingga stres dapat memicu peningkatan produksi asam lambung dan menimbulkan berbagai gangguan pada saluran cerna," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/8).
Ia menambahkan, stres turut memengaruhi fungsi saluran cerna sehingga keluhan pada lambung menjadi lebih mudah muncul atau memburuk. Jika gejala muncul berulang, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih tepat.
Pada GERD, asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya fungsi lower esophageal sphincter (LES). Katup otot ini berfungsi mencegah isi lambung naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi tersebut umumnya ditandai dengan sensasi terbakar di dada atau heartburn, rasa asam maupun pahit di mulut, serta rasa mengganjal di tenggorokan. Pada sebagian orang, keluhan juga disertai mual dan kembung, dan cenderung memburuk pada malam hari.
Gejala biasanya makin terasa setelah makan dalam porsi besar atau langsung berbaring setelah makan. Karena itu, keluhan asam lambung yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik sebaiknya tidak diabaikan begitu saja.
"Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan endoskopi untuk melihat kondisi kerongkongan dan lambung secara lebih jelas. Pemeriksaan ini membantu memastikan penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien," papar dr. Ario.
Di samping penanganan medis, risiko keluhan asam lambung dapat dikurangi lewat sejumlah kebiasaan sehari-hari. Di antaranya menghindari makan terlalu larut malam serta membatasi konsumsi makanan berlemak, pedas, dan kafein berlebihan.
Mengelola stres, menjaga berat badan ideal, dan tidak langsung berbaring setelah makan juga disebut dapat membantu. Meski sering dianggap ringan, keluhan asam lambung yang berulang atau makin mengganggu tetap perlu mendapat perhatian medis.
Perhatian khusus diperlukan terutama apabila keluhan disertai kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, muntah darah, atau perubahan warna tinja menjadi lebih gelap. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda kondisi yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh dokter.
Jika keluhan asam lambung sering kambuh, tidak kunjung membaik, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi ke dokter sebaiknya segera dilakukan. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan endoskopi dapat dilakukan untuk mengevaluasi kondisi kerongkongan dan lambung secara lebih jelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....