Pesona Bukit Wehor, Negeri Atas Awan di Belu

  • 11 Jan 2024 18:49 WIB
  •  Atambua

KBRN. Atambua: Kabupaten Belu, dengan kekayaan budaya dan panorama alamnya, kini mempersembahkan destinasi wisata terbaru yang menarik perhatian. Bukit Wehor, terletak di desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Messak, Kabupaten Belu, menjadi daya tarik utama dengan julukan "Negeri Di Atas Awan."

Bukit ini, dikenal dengan hamparan awan putih memukau di pagi hari, telah menjadi destinasi wisata baru yang menarik perhatian di Kabupaten Belu. Berada pada ketinggian sekitar 300 kaki di atas permukaan air laut, Bukit Wehor menjadi spot terbaik untuk menikmati pemandangan kota Atambua yang menakjubkan, terutama saat malam hari.

Pengunjung dapat merasakan sensasi wisata di atas awan dengan udara segar dan panorama alam yang menawan, menjadikannya tempat ideal untuk berwisata bersama teman atau keluarga. Akses menuju Puncak Wehor memakan waktu sekitar 20 menit dengan jarak sekitar 10 km dari kota Atambua.

Momen sunrise di Negeri Di Atas Awan Wehor menjadi daya tarik utama, di mana pengunjung dapat menyaksikan matahari muncul secara perlahan dari balik awan sekitar pukul 5:00 Wita. Meskipun menawarkan pesona yang luar biasa, kondisi jalanan menuju destinasi ini masih perlu perbaikan, dengan tiket masuk sebesar Rp 10.000 untuk roda dua dan Rp 20.000 untuk roda empat.

Seorang pengunjung, Andre Aby mengakui keindahan alam dan udara sejuk di Bukit Wehor, sambil berharap agar tempat ini lebih diperhatikan oleh Pemerintah Daerah.

"Kedepan tempat ini lebih diperhatikan oleh Pemerintah Daerah. Termasuk kepada para pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya," ujarnya.

Kepala Desa Kabuna, Adrianus Laka, menyampaikan fokusnya pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, dengan upaya melibatkan masyarakat setempat dan dukungan Bank NTT. Bukit Wehor menjadi viral karena pesona negeri di atas awan dan keindahan wisata malamnya.

Adrianus berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam perbaikan jalan dan pendampingan dari Dinas Pariwisata.

"Meski saat ini menghadapi kendala seperti akses jalan yang kurang memadai, kurangnya fasilitas dan parkiran yang belum memadai, Bukit Wehor telah menarik ribuan pengunjung dalam satu minggu terakhir," ujar Adrianus. Kamis, (11/1/2024).

Bukit Wehor, meskipun sudah ada sejak 2022, semakin menarik minat wisatawan dengan peningkatan akses jalan pada akhir 2023. Pihak desa berkomitmen untuk terus membenahi dan memperbarui fasilitas guna memenuhi kebutuhan pengunjung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....