Ratusan Penari Zona Dua Siap Mengguncang Fulan Fehan
- 15 Jun 2026 20:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Sebanyak 444 pelajar dari tiga kecamatan di Belu mengikuti latihan intensif untuk mengikuti Festival Fulan Fehan. Para penari muda berbakat ini berasal dari wilayah kecamatan Tastim, Raihat dan Lasiolat.
Robinson Alberto Udju, S.Pd., Gr, sebagai salah seorang pelatih di zona dua mengatakan kegiatan latihan terpusat ini dilaksanakan setiap hari di halaman kantor kecamatan Lasiolat kabupaten Belu. Proses Latihan yang sangat menguras tenaga tersebut berlangsung dari jam sembilan pagi hingga jam tiga sore.
“Ada Sembilan sekolah tingkat SMP dan SMA yang bergabung mengirimkan siswa/i terbaik untuk menjadi penari,” ucap Robi di sela-sela sesi latihan pada senin 15 Juni 2026. Beberapa sekolah lain tidak berpartisipasi dalam festival ini dikarenakan beberapa alasan tertentu.
Lanjut Robi, tim pelatih terdiri dari dua kategori yaitu pelatih dari ISI Surakarta dan dua orang pelatih local asal Belu. “Kolaborasi ini sangat penting untuk membagi tugas mengajar pola lantai serta gerakan pukulan tarian.”
Khusus untuk zona dua, para peserta diajarkan tarian tradisional Likurai dan juga tarian perang Antama. Peserta dilatih menguasai tujuh jenis pukulan berbeda yang disesuaikan dengan formasi lantai yang unik.

Robinson Alberto Udju menjelaskan bahwa formasi penari membentuk pola anak panah, bulatan dan matahari. Penonton akan disuguhkan keindahan visual yang sangat menarik saat festival kebudayaan ini resmi dilaksanakan nanti tanggal 27 Juni mendatang.
Menurut Robi tantangan terbesar dalam sesi Latihan ini adalah menyelaraskan pukulan penari dengan irama music yang disiapkan. “Peserta harus paham berul kapan harus masuk dan kapan harus mengganti gerakan pola lantai mereka.”
Robi berharap kegiatan budaya luar biasa ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahun bagi generasi muda. Kebiasaan menari ini harus mandarah daging agar cerita adat bisa terus turun-temurun ke anak cucu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....