Rumah Hanasta: TBM Berbasis Pariwisata Pusat Literasi dan Wisata Kopi

  • 06 Jun 2026 15:25 WIB
  •  Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Integrasi rumah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hanasta dengan kedai kopi berbasis pariwisata. Pendekatan kreatif untuk menggabungkan budaya membaca dengan pemberdayaan ekonomi potensi lokal dan daya tarik wisata.

Hal tersebut dikatakan Founder Rumah Hanasta Eduard Sogen, kepada rri.co.id, Jumat 5 Juni 2026. "Melalui konsep ini, rumah Hanasta yang berlokasi di Solor Kabupaten Flores Timur-NTT tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku konvensional."

TBM ini bertransformasi menjadi pusat aktivitas komunitas yang produktif dan rekreatif. "Tempat ini memadukan taman baca dengan kedai kopi lokal lamaole, menjadikannya destinasi komunal yang edukatif sekaligus rekreatif," ucapnya.

Informasi disampaikan Edo karib disapa, saat menjadi narasumber Program Obrolan Komunitas RRI Atambua. Hal ini berdasarkan visi TBM dimaksud, demi mewujudkan rumah Hanasta sebagai pusat literasi non formal.

"Mengubah stigma ruang baca yang kaku menjadi ruang santai dimana pengunjung bisa membaca sambil menikmati kopi khas daerah," ujar Edo. Menurutnya, integrasi konsep rumah Hanasta mewujudkan juga wisata edukasi kopi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pihaknya juga berikan edukasi wisata dari hulu ke hilir, seperti pengenalan pohon kopi, proses pascapanen, hingga penyajian kepada wisatawan. Dan menjadi wadah bagi produk UMKM lokal Flores Timur untuk dipasarkan langsung kepada pelancong yang datang.

Melalui Konsep visi yang digulirkan rumah Hanasta, Edo berharap bisa menjadi daya tarik wisata berkelanjutan dan ruang inovasi bagi pemuda. "Harapan,bisa menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara yang mencari pengalaman autentik di daerah," tuturnya.

Dengan demikian juga dapat menggerakkan anak muda sekitar untuk belajar berwirausaha. "Sekaligus melestarikan budaya membaca serta seni lokal," kata Edo diakhir obrolan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....