Trash Hero Belu: Gunung Lakaan Darurat Sampah

  • 25 Jan 2026 21:21 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kondisi Gunung Lakaan dinilai memprihatinkan akibat banyaknya sampah yang ditemukan di sepanjang jalur pendakian hingga puncak. Hal tersebut disampaikan Pemimpin (Leader) Trash Hero Belu, Windy Sila, saat menceritakan kegiatan pendakian bersih yang dilakukan komunitasnya.

Windy menjelaskan, saat pertama tiba di lokasi pendakian, kondisi alam Gunung Lakaan terlihat sangat hijau dipengaruhi musim hujan. “Waktu pertama kita tiba, pemandangannya sangat hijau karena memang lagi hujan, jadi semuanya serba hijau,” ujarnya, baru-baru ini.

Namun, keindahan tersebut tidak bertahan lama ketika rombongan mulai mendaki pada Minggu, 11 Januari 2026. Sekitar 500 meter dari kaki Gunung Lakaan, anggota Trash Hero Belu mulai menemukan banyak sampah plastik sepanjang jalur.

Beberapa sampah yang dikumpulkan sepajang jalur pendakian Gunung Lakaan. (Foto: Instagram @trashherobelu)

Windy menyebut jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah botol air mineral, baik plastik maupun kaleng. Selain itu, ditemukan pula berbagai jenis sampah seperti bungkus makanan ringan, kulit permen, bungkus rokok, hingga bungkusan nasi.

Sampah-sampah tersebut bercampur dari kaki gunung hingga ke area puncak pendakian. “Semakin ke atas, sampah ditemui justru semakin banyak, bahkan paling banyak di puncak, di samping patung Tuhan Yesus,” ujarnya.

Pada saat kegiatan berlangsung, Gunung Lakaan juga ramai oleh pendaki dari berbagai daerah. Windy mengatakan terdapat beberapa komunitas pendaki, salah satunya berasal dari Kupang, yang juga melakukan pendakian pada waktu bersamaan.

“Kebetulan waktu itu banyak pendaki juga, ada beberapa komunitas dan mereka juga lumayan banyak orang,” katanya. Para pendaki tersebut kemudian ikut memungut sampah di sepanjang jalur pendakian.

Menurut Windy, Trash Hero Belu dan komunitas pendaki lainnya akhirnya berjalan bersama hingga puncak dengan tujuan yang sama. “Kita satu misi, jadi jalan sampai puncak sama-sama sambil pilih-pilih sampah,” katanya.

"Ini menjadi gambaran nyata kondisi Gunung Lakaan yang membutuhkan perhatian serius," ucapnya. "Khususnya terkait pengelolaan sampah dan kesadaran pendaki terhadap kebersihan lingkungan alam."

Windy berharap kegiatan ini bisa menggerakan setiap orang agar bisa menjaga kebersihan alam. "Semoga bisa menjadi contoh bagi siapa pun untuk lebih peduli terhadap alam," ujarnya penuh harap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....