Sekolah Pariwisata Atasi Kesenjangan Sosial
- 24 Agt 2025 08:52 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Sekolah pariwisata perhotelan internasional,.Sumba Hospitality Foundation (SHF) di kabupaten Sumba Barat Daya, NTT didirikan untuk mengatasi kesenjangan sosial. Sebab keterbatasan ekonomi masyarakat berdampak sulitnya mengakses pendidikan, serta prospek pariwisata Sumba berkelanjutan.
‘’Sekolah ini didirikan oleh Ibu Inge De Lathauwer asal Belgia yang datang ke pulau Sumba tahun 2013, beliau jatuh cinta dengan keindahan pulau sumba dan prospek pariwisata sumba kedepan, maka ia berpikir untuk menyediakan lembaga pendidikan khusus bidang perhotelan yang telah beroperasi sejak 2016," ujar Yong Aten Fernandez Kepala Sekolah SHF kepada rri.co.id, Sabtu (23/8/2025).
Sekolah dengan mutu pendidikan pariwisata bertaraf internasional ini sudah berusia 9 tahun dan angkatan ke-9. Diharapkan memutus rantai kemiskinan menjadi prinsip dasar yang harus dipegang teguh bagi anak-anak Sumba yang mengenyam pendidikan pada SHF.
Lanjut disampaikan Aten, Ibu Inge De Lathauwer mendirikan SHF ini karena banyak anak muda di sumba tidak bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi disebabkan faktor keterbatasan ekonomi.
"Kita yakin setiap anak muda dalam hidupnya berhak memiliki masa depan yang lebih baik serta prospek pariwisata serta budaya unik di Sumba," tuturnya.
Melalui bidang pendidikan akademis secara teori maupun praktikal kelak bisa menghadirkan masa depan cerah bagi anak-anak sumba serta bisa membuka lapangan kerja untuk mengatasi pengganguran.
"Penerapan pendidikan secara akademis, teori 30 persen dan pratikal 70 persen, serta menekankan pendidikan karakter. Setiap siswa diingatkan bukan sekedar mutu serta kebutuhan pendidikan, akan tetapi nilai-nilai loyalitas, rajin, disiplin, inisiatif, tanggung jawab," kata Aten.
Sekolah ini memberikan kesempatan bagi generasi setempat untuk mendapatkan keterampilan yang relevan dalam industri perhotelan, sekaligus memperkuat daya saing mereka di dunia kerja baik di dalam negeri maupun mancanegara.
"Anak-anak sampai saat ini dari 400 alumni SHF tersebar hampir di seluruh dunia ada yang ikut kapal pesiar AS dan Eropa. Ada yang kerja di Maroko, Austria, Afrika, Yordania serta di Indonesia sendiri, sehingga hampir tersebar dimana-mana," ucapnya
Dari tahun ke tahun SHF menghasilkan lulusan anak-anak Sumba yang punya kualitas yang baik, untuk bisa bekerja di sektor pariwisata.
‘’Kami sebagai pengelolah sangat terkesan atas perjalanan SHF ini, semoga anak-anak dari setiap daerah di Sumba yang terdidik dan terlatih dengan baik ini. Kemudian mereka dapat berkontribusi nyata bagi pariwisata, mengurangi angka kemiskinan, pengganguran di Sumba umumnya di NTT,” ujar Aten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....