Yayasan Uma Nusantara Warnai Kampung dengan Sentuhan Tenun
- 29 Mei 2025 19:18 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua:Yayasan Uma Nusantara kembali menorehkan inovasi sosial-kultural yang menginspirasi melalui program pengecatan rumah masyarakat dengan motif tenun pertama di dunia. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Uma Pura, Desa Ternate, Kecamatan Alor Barat Laut ini, telah dimulai sejak awal Mei 2025 dan menargetkan pengecatan terhadap 33 rumah warga.
Menurut Koordinator Teknis Yayasan Uma Nusantara wilayah Alor, Fridolin Blegur, S.Ars, proses pengecatan ini ditargetkan rampung pada 21 Juni 2025 mendatang. “Selesainya pengecatan akan ditandai dengan peresmian resmi sekaligus festival budaya 'makan baru' yang meriah,” ungkap Fridolin kepada RRI Atambua, Kamis malam (29/5/2025).
Pengecatan rumah di Kampung Uma Pura ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah dilakukan sebelumnya terhadap 8 rumah. Dengan tambahan 33 rumah yang sedang dalam proses pengecatan, total rumah yang telah dipercantik oleh Yayasan Uma Nusantara mencapai 41 unit.
Kampung Uma Pura menjadi istimewa karena rumah-rumah di wilayah ini dihiasi dengan motif tenun khas Alor, menjadikannya kampung warna-warni tenun pertama di dunia. Konsep ini menggabungkan warisan budaya tekstil tradisional dengan estetika arsitektur permukiman masyarakat, menjadikan rumah warga sebagai kanvas hidup dari kekayaan budaya lokal.
Harapan besar tersemat dari inisiatif ini. Diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi warga melalui sektor pariwisata, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kampung Uma Pura berpotensi menjadi ikon baru pariwisata kreatif Indonesia Timur yang mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
“Kami ingin membawa tenun ke dimensi baru, tidak hanya sebagai kain, tetapi juga sebagai identitas visual kampung. Ini adalah upaya untuk menunjukkan bahwa budaya bisa hidup dan menyatu dalam ruang-ruang sehari-hari,” katanya.
Kampung Warna-Warni Tenun Uma Pura kini bersiap untuk menyambut para pengunjung pada 21 Juni 2025 mendatang, dalam sebuah festival budaya yang akan mencatat sejarah baru bagi Alor dan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....