Sampah Menjadi Ancaman Taman Nasional Mutis Timau
- 29 Mei 2025 03:09 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Seorang Polisi Kehutanan yang bertugas di kawasan konservasi Taman Nasional Mutis Timau, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak sampah. Dia adalah Muhamad Hayun Salim, yang mengaku memikirkan sampah hasil dari aktivitas pendakian dan kunjungan ke hutan.
Menurutnya, jumlah sampah yang ditinggalkan pengunjung terlihat sedikit. Namun, jika terjadi secara terus-menerus dan berkesinambungan, dampaknya bisa sangat signifikan bagi lingkungan.
Jenis sampah yang paling sering dijumpai di kawasan konservasi antara lain plastik, puntung rokok, dan sisa-sisa makanan. Sampah plastik yang tertinggal akan terurai menjadi partikel mikroplastik yang masuk ke dalam tanah dan dapat mencemari lingkungan.
Kata Hayun, hal ini berpotensi mengganggu mikroorganisme tanah yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
“Sering kami temui orang sikat gigi langsung di sumber mata air padahal itu bisa mencemari air, bahan kimia dari sabun atau pasta gigi bisa terbawa air dan mengalir ke bawah. Akibatnya air yang seharusnya bersih jadi kotor ini bentuk pencemaran yang sering tak disadari,” ujar Hayun kepada RRI, belum lama ini.
Ia juga menambahkan bahwa sampah sisa makanan yang dibuang sembarangan sering kali menarik perhatian satwa liar. Satwa bisa saja memakan sisa makanan tersebut beserta plastik pembungkusnya, yang tentu membahayakan kesehatan mereka.

Muhamad Hayun Salim, Polisi Kehutanan Pemula. (Foto: Dok. Muhammad Hayun Salim)
Karena itu, Hayun menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab setiap pengunjung dalam menjaga kebersihan kawasan konservasi. Tentunya untuk melindungi ekosistem hutan dan makhluk hidup di dalamnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....