Desa Adat Kuanfatu: Keselarasan Alam dan Penghuninya

  • 25 Mar 2025 11:14 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Adanya keselarasan alam dan penghuninya akan membuat ekosistem dunia tetap terjaga. Habitat yang penting dan perlu dijaga saat ini adalah alam dan marga satwa didalamnya. Pentingnya keselarasan alam inilah yang disadari penuh oleh penduduk di Desa Kuanfatu, salah satu desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat Desa Kuanfatu sangat menjaga kelestarian alam dan habitat didalamnya.

Salah satu Tokoh Adat di Desa Kuanfatu, Melianus Babys, merupakan sosok yang tetap mempertahankan dan menjaga kearifan lokal hingga saat ini. Seperti yang diinformasikan dalam wawancara bersama Errys Mart, Kepala Seksi KSDA Wilayah I Atambua di RRI Atambua Senin awal pekan Maret 2025. Desa Kuanfatu merupakan salah satu desa yang menjaga kemurnian habitat, memelihara keseimbangan dan kemantapan ekosistem secara berkelanjutan. “Desa ini menerapkan sumpah adat yang harus dan wajib dipatuhi semua orang. Jika melanggar, terdapat pengenaan denda adat bahkan sampai kematian. Dengan adanya sumpah adat ini, baik satwa liar maupun habitatnya tetap terjaga,” kata Errys.

Pengenaan sanksi adat atau sumpah adat di Desa Kuanfatu dilakukan secara bersama-sama seluruh masyarakat untuk melindungi desa mereka. Sumpah adat tersebut membuat masyarakat juga takut untuk menebang pohon secara sembarangan. “Dulunya, rumah adat orang Timor atau Lopo terbuat dari kayu sebagai tiang penyangga. Kini Lopo menggunakan semen. Yang dipertahankan hanya bagian atap yang masih menggunakan daun gewang atau alang-alang,” tambah Errys.

Selain itu, sejarah desa adat Kuanfatu, tidak lepas dari kejadian sekitar tahun 1980-an. Pada tahun 1980-an terdapat 2 burung Kakatua, ditangkap oleh masyarakat setempat. Dikarenakan masyarakat mengetahui bahwa Kakatua merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi negara, burung-burung itupun tidak dimusnahkan namun dipelihara. “Hingga sekarang burung Kakatua di daerah tersebut telah mencapai 64 ekor bahkan lebih. Masyarakat memiliki upacara tradisional yakni Saeba Banu yang berkaitan dengan Kakatua atau Kae Muti. Upacara ini bertujuan untuk melarang penangkapan burung Kakatua,” pungkas Errys.

Jika ingin melihat dan merasakan keseimbangan alam, Desa Kuanfatu di Kabupaten Timor Tengah Selatan bisa menjadi salah satu pilihan. Disinilah keselarasan alam dan penghuninya dijaga, dipelihara dan dilestarikan dengan sangat baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....