Fulan Fehan Butuh Sentuhan Investor untuk Pengembangan Wisata

  • 25 Mar 2025 04:25 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Padang Rumput Fulan Fehan di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, menawarkan keindahan alam yang memukau. Namun, keterbatasan dana menghambat pengembangannya sebagai destinasi wisata unggulan.

Ketua Pengelola Destinasi Wisata Padang Sabana Fulan Fehan, Insinyur Yohanes Bere Tobu, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan ini didasarkan pada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adat setempat.

"Pengelolaan sekarang ini ditangani oleh lembaga adat Desa Dirun di bawah kepemimpinan Raja Dirun. Kontrak kerja dengan Departemen Kehutanan berlangsung selama 35 tahun," ujarnya. Selasa (25/03/2025).

Ia mengungkapkan, Fulan Fehan memiliki potensi wisata besar, tetapi keterbatasan anggaran membuat pengembangannya terhambat. Infrastruktur seperti penginapan dan fasilitas pendukung lainnya masih minim.

"Promosinya sudah cukup banyak, tetapi hambatannya masih pada pendanaan. Lembaga adat tidak punya modal khusus," kata Yohanes Bere Tobu.

Menurutnya, perhatian dari pemerintah daerah terhadap pengembangan wisata di Fulan Fehan masih sangat terbatas. Padahal, banyak wisatawan membutuhkan fasilitas tambahan agar lebih nyaman berkunjung.

"Sejauh ini dukungan dari pemerintah daerah hampir tidak ada. Padahal, banyak wisatawan yang datang dan membutuhkan fasilitas yang lebih baik," tambahnya.

Ia berharap adanya investor swasta yang mau berinvestasi di Fulan Fehan. Dengan dukungan modal, pengelolaan wisata bisa lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Selain itu dikatakannya, pengembangan wisata juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Masyarakat sekitar bisa mendapatkan penghasilan tambahan melalui sektor pariwisata.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu destinasi unggulan, Fulan Fehan pernah masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 dalam kategori dataran tinggi terbaik. Ini menunjukkan daya tariknya di tingkat nasional.

Menurutnya, jika didukung dengan infrastruktur yang memadai, Fulan Fehan berpotensi menjadi destinasi wisata andalan di Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu, dukungan pemerintah dan investor sangat dibutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....