Mengenal Motif Tenun Masyarakat Pura dan Ternate Alor

  • 14 Des 2024 22:27 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Masyarakat Pura dan Ternate Kabupaten Alor memiliki tenun tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Diwariskan oleh para pendahulu mereka dan lestari hingga sekarang.

Namun mereka hanya memilik tenun jenis songket dan kain tenun ikat. Dari kedua jenis ini dapat dibedakan dari motifnya.

Kepada rri.co.id, Rabu, (11/12/2024) Penenun Pura Alor, Sumarni Nasir Loku menyampaikan hal tersebut. Menurutnya, tenun songket dan tenun ikat perbedaannya paling mencolok sudah bisa kita bedakan.

Tenun songket ditandai dengan motif-motif yang timbul atau coraknya itu timbul. Sedangkan tenun ikat, coraknya tidak timbul, datar saja tanpa ada timbulan.

“Untuk tenun songket pembuatan motifnya saat proses penenunan maka tenunannya itu motifnya terkesan timbul. Sedangkan tenun ikat seperti tenun pada umumnya,” kata Sumarni.

Motif tenunan dari Pulau Pura dan Ternate, kebanyakan menggambarkan binatang-binatang dan tumbuhan-tumbuhan. Untuk motif binatang laut misalnya ikan, kura-kura, cumi-cumi, ikan paus, gajah, dan rusa.

Sedangkan motif tenunan tumbuhan ada daun beringin, motif kenari, serta ada motif masjid, ketupat, dan garuda. Dari semua motif tenunan tersebut memiliki makna yang datang dari kehidupan masyarakat Pura dan Ternate.

Di mana motif binatang menggambarkan kehidupan kaum laki-laki yang berprofesi sebagai nelayan. Sedangkan, motif tumbuhan menggambakan kehidupan ibu-ibu dari Pura dan Ternate yang berprofesi sebagai petani dan penenun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....