Bandara A. A Bere Tallo Gelar Rapat Komite Keamanan Bandar Udara

  • 18 Jul 2024 11:34 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua : Menciptakan keselamatan, kelancaran, keteraturan dan efisiensi penerbangan sipil di Indonesia yang berdampak memberikan perlindungan terhadap Penumpang, Personil Pesawat Udara, para Petugas di Darat, Pesawat Udara, Instalasi di Bandar Udara, Operator Pesawat Udara dan Masyarakat Umum dari tindakan melawan hukum.

Kantor Unit Penyelanggara Bandara Udara (KUPBU) A.A Bere Tallo Atambua melaksanakan rapat Komite Keamanan dan Keselamatan Bandar Udara yang berlangsung di terminal Bandar Udara A.A Bere Tallo Atambua di Haliwen, Kabupaten Belu, Kamis (18/7/2024).

Membuka kegiatan Rapat tesebut, Ketua Komite Keamanan dan Keselamatan Bandar Udara A.A Bere Tallo Atambua, Yulius Kismono menjelaskan, rapat komite yang dilaksanakan sangat penting karena berikatan dengan keamanan dan keselamatan di bandar udara yang sesuai dengan amanah undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Selain itu Keputusan Menteri Perhubungan nomor : KM 211 tahun 2020 tentang program keamanan penerbangan Nasional, dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor : PM 140 tahun 2015 tentang program penanggulangan keadaan darurat keamanan penerbangan Nasional.

Dikatakan, sesuai dengan regulasi tersebut dilakukan rapat komite untuk saling bersinergi dan bekerjasama, serta para anggota komite memahami tugas dan tanggungjawab yang diamanatkan oleh undang-undang.

"Rapat komite ini bagian dari tindak lanjut menjalankan amanah Undang-Undang tersebut, karena lewat rapat ini kita saling bertemu bertukar informasi, kolaborasi dan kerjasama dari instansi-instansi internal maupun diluar bandara yang diwadahi dan terbentuk dalam Komite Keamanan dan Keselamatan Bandar Udara, untuk melaksanakan tugas pengamanan Badara sesuai dengan tugas masing-masing,"Ungkapnya.

Menurut Yulius Kusmo, selaku kepala Bandara A.A Bere Tallo Atambua, dirinya berharap melalui komite keselamatan bandara yang ada kerjasama dan kolaborasi akan semakin baik lewat pelaksanaan rapat saling berbagi informasi agar apa yang menjadi kendala dalam mendukung keamanan dan keselamatan dapat di cegah.

Lebih lanjut disampaikan kegiatan tesebut akan rutin dilaksanakan, dan bandara A.A. Beretalo Atambua sebagai bandara yang berada di wilayah batas Indonesia - Timor Leste tidak saja menjadi sarana transportasi udara tetapi juga, sebagai fasilitas tanggap bencana dan pertahanan wilayah, karenya diharapkan kedepan pesawat jenis herkules juga bisa mendarat di bandara A.A.Bere Tallo Atambua.

"Saya berharap kerjasama kita akan terus terjalin dengan baik, saya juga berterimakasih untuk partisipasi kehadiran para undangan sekalian serta kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan acara hari ini. Semoga jerih payah kita berdampak pada terwujudnya keamanan dan keselamatan penerbangan yang lebih baik di Bandara A.A Bere Tallo Atambua,"Tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....