Pameran Kain Tenun Turut Ramaikan MTQ Alor
- 25 Jun 2024 09:50 WIB
- Atambua
KBRN, Alor : Dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung meriah di Alor, Dinas Perindustrian Kabupaten Alor turut berpartisipasi dengan mengadakan pameran kain tenun tradisional. Pameran ini diadakan sebagai upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Alor, khususnya kekayaan kain tenun ikat yang dimiliki oleh berbagai wilayah di nusa kenari.
Pameran yang berlangsung selama MTQ ini menampilkan berbagai jenis kain tenun dari berbagai wilayah , seperti tenun ikat umapura dari ternate, songket dari Batulolong, pantar, kui dan kolana. Setiap kain yang dipamerkan memiliki keunikan dan cerita tersendiri, yang menggambarkan kekayaan budaya dan sejarah masyarakatnya.
Kabid Perencanaan Pembagunan Industri Dinas Perindustrian Kabupaten Alor Dathenus Bani mengatakan, Pameran kain tenun tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari pengunjung MTQ terutama tamu dari luar daerah. Banyak dari mereka yang terpesona dengan keindahan kain-kain yang dipamerkan dan tertarik untuk membeli sebagai oleh-oleh.
" Walaupun pameran baru berjalan dua hari tetapi sudah banyak mendapat perhatian dari pengunjung, " ucap Dathenius Bani kepada rri.co.id saat menjaga stand Dinas Perindustrian, Selasa (25/6/2024).
Tidak hanya itu stand milik Dinas Perindustrian juga memamerkan berbagai jenis kerajinan tangan atau seni kriya dari anyaman lontar, seperti bakul/tas, sabuk dan topi dari pengrajin-pengrajin pulau pura. Namun Karena keterbatasan waktu dan jarak tidak semua kerajinan dapat di pamerkan dalam ajang MTQ.
" Karena kendala jarak dan waktu yang mepet tidak semua kerajinan dari mama-mama kita di pura bisa dibawa ke pameran ini, " ujar Dathenius.
Dengan adanya pameran ini, Dinas Perindustrian Kabupaten Alor berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai dan melestarikan budaya tenun Alor.
Pameran kain tenun ini menjadi salah satu highlight dalam ajang MTQ Provinsi kali ini, memperkaya acara dengan sentuhan budaya yang autentik dan menginspirasi. Melalui pameran ini, Dinas Perindustrian tidak hanya memamerkan berbagai hasil karya pengrajin Alor, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa. (Dian Salmay).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....