Museum 1000 Moko Menyimpan Jejak Peradaban Masyarakat Alor

  • 10 Mei 2024 11:27 WIB
  •  Atambua

KBRN, Alor: Keberadaan Museum 1000 Moko yang ada di kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur, masih menyimpan sejumlah barang peninggalan bersejarah masa lampau yang bisa dilihat generasi saat ini.

Sejumlah barang peninggalan bersejarah warisan leluhur diantaranya Moko, sebuah benda yang digunakan masyarakat adat alor saat peminangan atau belis perempuan alor, Nekara, Gong, tenunan tenunan tradisional masa lampau, sebuah Alkitab Tua, begitupun peralatan dapur seperti piring senduk dengan relief tulisan china ada tersimpan rapi di dalam museum.

Menurut Kepala Bidang Museum Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor Semi Kartunggu saat disambangi RRI, Jumat (10/5/2024) di lokasi Museum, keberadaan barang barang antik dari zaman raja raja alor kala itu memang disimpan dan Kebanyakan baru diserahkan langsung oleh masyarakat pemilik.

"Di museum 100 Moko ada dua bagian menyangkut museum penyimpanan benda cagar budaya dan tenunan. Ada Moko, Nekara ada juga Alkitab tua dan kebanyakan diserahkan pemilik barang," ungkap Kabid Museum Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor Semi Kartunggu dalam keterangannya kepada rri.co.id, Jumat pagi.

Pantauan RRI ke dalam lokasi museum selain barang-barang antik juga terpampang rapi dari foto raja-raja alor kala itu dari zaman 1800an dan bernilai histori, maupun sebuah benda moko berukuran besar sebagai simbol kebudayaan alor masa lampau yang ada di dalam museum.

Sementara keberadaan musem seribu moko yang ada tepat di jantung kota Kalabahi ini, merupakan tempat tujuan wisata baik lokal maupun mancanegara, kini juga menjadi tempat penelitian dari lembaga kampus juga LSM.

Seperti pada Maret 2024 baru lalu sekitar seratus orang turis Mancanegara memanfaatkan agen tour travel ke NTT sempat berkunjung ke lokasi Museum.

"Turis mancanegara dari sejumlah negara dalam satu agen travel tour ke Alor di bulan Maret 2024, Museum jadi spot wisata begitu. Selain itu ada penelitian juga seperti tentang Alkitab dan Alquran tua," kata Semi Kartunggu.

Keberadaan Museum tepatnya di jalan Diponegoro kota Kalabahi ini dibangun tahun 2003 lalu dan baru diresmikan 2004 menyimpan jejak peradaban masyarakat. Sebelumnya dalam pengelolaan Dinas Pendidikan dan kini pengelolaan museum pada OPD Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....