BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di NTT Datang Lebih Lambat
- 30 Sep 2026 20:45 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua — Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur memprediksi awal musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat dari normalnya. Fenomena ini terjadi akibat pengaruh El Niño Sangat Kuat yang melanda wilayah Pasifik.
Sebanyak 27 Zona Musim (ZOM) dari total 28 ZOM diperkirakan mulai hujan Desember 2026. Persentase wilayah yang mengawali musim hujan pada bulan tersebut mencapai 97 persen.
Jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis, kedatangan awal musim hujan mengalami kemunduran signifikan. Sebanyak 26 ZOM atau 94 persen wilayah diprediksi mengalami penundaan jadwal hujan.
Sementara itu, hanya ada 2 ZOM yang awal musim hujannya sama dengan normal. Wilayah yang mengalami kondisi normal tersebut meliputi persentase sebesar 6 persen.
"Awal musim hujan umumnya berkaitan erat dengan peralihan angin Monsun Australia menjadi Monsun Asia," kata BMKG dalam rilisan resminya pada Rabu, 30 September 2026. Fenomena pergantian angin timuran menjadi angin baratan tersebut menjadi penanda dimulainya musim hujan.
Meskipun datang terlambat, sifat hujan di Nusa Tenggara Timur diprakirakan berada pada kondisi normal. Sebanyak 19 ZOM atau 75 persen wilayah akan mencatat curah hujan kategori sama.
Namun demikian, durasi musim hujan kali ini diprediksi berlangsung lebih singkat dari biasanya. Wilayah yang mengalami durasi hujan lebih pendek mencapai 18 ZOM atau 68,41 persen.
Puncak musim hujan di Nusa Tenggara Timur diproyeksikan terjadi pada awal tahun 2027. Sebanyak 9 ZOM mengalami puncak pada Januari dan 19 ZOM pada Februari.
BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan informasi ini sebagai peringatan dini. Langkah antisipasi perlu segera dilakukan guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....