Gereja Dorong Masyarakat Menjauhi Perjudian Melalui Penguatan Nilai Iman

  • 31 Agt 2026 10:01 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pendeta dan akademisi Dr. Ebenhaizer Nuban Timo, M.A, menilai gereja perlu memberikan pemahaman kritis terhadap praktik perjudian yang berkembang masyarakat. Menurutnya, perjudian membuat seseorang menggantungkan masa depan pada uang, bukan pada kerja yang dilakukan secara bertanggung jawab bersama.

Perjudian tidak sekadar mempertaruhkan uang, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan pribadi, keluarga, dan hubungan sosial seseorang secara serius. Persoalan tersebut perlu dipandang melalui nilai moral dan iman, karena kebiasaan berjudi berpotensi menimbulkan berbagai masalah kehidupan masyarakat.

"Judi berarti mempertaruhkan hidup demi keuntungan ekonomi atau keuangan secara mudah, bahkan kadang mengorbankan pihak lain juga juga," katanya kepada RRI Atambua, saat dikonfirmasi RRI Atambua, Minggu, 30 Agustus 2026. Pandangan tersebut menunjukkan perjudian bukan sekadar persoalan memperoleh keuntungan, tetapi dapat mengorbankan kepentingan diri maupun orang lain.

"Dalam perspektif iman Kristen, perjudian berarti lebih mempercayakan masa depan hidup kepada uang daripada pemeliharaan Tuhan," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa iman Kristen mengajarkan manusia membangun kehidupan melalui kerja yang benar dan bertanggung jawab.

Alkitab memang tidak membahas perjudian secara khusus, namun memberikan prinsip mengenai cinta uang, tanggung jawab bekerja, dan berbagi. Prinsip tersebut menjadi dasar umat Kristen untuk menilai perjudian secara kritis serta menghindari ketergantungan terhadap kekayaan material berlebihan.

"Iman Kristen mengajak kita hidup bertanggung jawab dan memperoleh uang melalui cara benar serta berbagi dengan sesama bersama," tuturnya. Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar memperoleh penghasilan melalui usaha yang benar.

Penguatan iman juga perlu disertai pendidikan moral dan pembentukan karakter dalam keluarga serta lingkungan sosial masyarakat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu memahami bahaya perjudian dan membangun kehidupan berdasarkan tanggung jawab bersama.

Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan gereja, keluarga, lembaga pendidikan, serta masyarakat untuk memberikan pendampingan kepada mereka yang mengalami kesulitan. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat kesadaran meninggalkan perjudian dan memilih kehidupan yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....