Peran Keluarga dan Sekolah Membentuk Sikap Hormat Anak
- 25 Agt 2026 23:20 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Sikap hormat perlu dimulai dari keluarga sebelum anak mengenal lingkungan sekolah secara luas. Orang tua menjadi contoh bagi anak dalam belajar berbicara, bersikap, menghargai, dan memperlakukan orang lain.
Hal itu disampaikan Guru Agama Katolik UPTD SMP N 4 Kupang Tengah, Maximilianus Nahak. Menurutnya orang tua merupakan guru yang membentuk kebiasaan dan karakter anak melalui keteladanan. “Anak belajar hormat dari melihat bagaimana orang tua berbicara kepada keluarga,” Kata Maximilianus Nahak, beberapa waktu lalu.
Lanjutnya anak akan membawa kebiasaan dari rumah ketika mulai berinteraksi dengan guru dan teman di sekolah. Karena itu, salam, terima kasih, meminta tolong, dan maaf perlu dibiasakan dalam kehidupan anak sejak dini.
Kebiasaan tersebut membantu anak memahami bahwa sikap hormat dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana setiap hari. “Jika di rumah ada contoh yang baik, tentu anak akan membawanya ke sekolah kelak".
| Baca juga: Lomba Literasi Dorong Minat Baca Siswa Alor |
Pembiasaan di sekolah dapat melanjutkan nilai hormat yang sudah diperkenalkan keluarga melalui kegiatan setiap hari. Guru dapat mengingatkan murid untuk memberi salam, mendengarkan pembicaraan, dan menggunakan bahasa sopan saat berinteraksi sehari-hari.
Maximilianus menilai pembentukan karakter membutuhkan aturan yang jelas, konsekuensi yang wajar, serta pendampingan yang dilakukan secara konsisten. “Karakter itu dibentuk lewat kebiasaan, bukan dengan ceramah yang panjang saja,” ucapnya.
Pembiasaan dilakukan melalui tindakan sederhana seperti memberi salam dan merapikan tempat duduk sebelum meninggalkan kelas. Kebiasaan yang dilakukan berulang membantu nilai hormat menjadi bagian dari perilaku murid sehari-hari di sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....