Bendera Merah Putih 81 Meter Membentang di Perbatasan RI-RDTL
- 14 Agt 2026 21:18 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Semangat nasionalisme masyarakat di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin berkobar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter yang digelar di kawasan perbatasan RI–RDTL, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 14 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara bersama Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara dan pengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.
Kirab Bendera Merah Putih ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat kebangsaan masyarakat di wilayah perbatasan. Bendera sepanjang 81 meter dibentangkan dan diarak oleh sekitar 1.200 peserta dari Lapangan Silawan menuju PLBN Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kirab menjadi simbol persatuan, kecintaan terhadap Tanah Air, sekaligus momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme masyarakat yang berada di kawasan perbatasan negara.
Pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kolaborasi antara BNPP RI melalui unit pengelola PLBN Motaain dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Terminal Barang Internasional Motaain, unsur Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS), serta berbagai pemangku kepentingan perbatasan lainnya.
Masyarakat Desa Silawan juga terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa semangat menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat negara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Kirab Bendera Merah Putih dimulai sekitar pukul 15.00 WITA dari Lapangan Silawan.
Pelepasan kirab ditandai dengan pengangkatan bendera start oleh Camat Tasifeto Timur, Maximus Loi Malik, S.IP., bersama Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP.

Selanjutnya, sekitar 1.200 peserta secara bersama-sama mengarak bendera Merah Putih raksasa sepanjang 81 meter melewati jalur strategis kawasan perbatasan hingga tiba di PLBN Motaain.
Peserta kirab berasal dari berbagai unsur, mulai dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK, para guru, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi bela diri, tokoh masyarakat hingga warga Desa Silawan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang perjalanan. Bendera Merah Putih yang membentang panjang menjadi pemandangan yang menggambarkan kuatnya rasa kebersamaan dan kecintaan masyarakat perbatasan terhadap Indonesia.
Kegiatan kirab juga mendapat dukungan dari berbagai unsur keamanan dan stakeholder yang bertugas di kawasan perbatasan.
Sejumlah pejabat dan unsur yang hadir di antaranya Danramil 1605-03 Wedomu, Kapolsek Tasifeto Timur, Kepala Hanggar Bea dan Cukai PLBN Motaain, Koordinator Imigrasi PLBN Motaain, Koordinator Karantina Kesehatan PLBN Motaain, Koordinator Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Satpel PLBN Motaain serta Kepala Terminal Barang Internasional Motaain, Jeffry K. Ragawino.
Selain itu, hadir pula Pejabat Penghubung atau Liaison Officer Polri dan TNI, Dankipur I Sektor Timur Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad, Danki Gas Brimob RI-RDTL, Komandan Pos POM TNI PLBN Motaain, Dansub BAIS, Dantim Intel Kodam IX Udayana, Komandan Pos Angkatan Laut, Koordinator BIN Kabupaten Belu, Koordinator BNN PLBN Motaain serta Koordinator Satlantas Polres Belu di PLBN Motaain.
Keterlibatan lintas sektor tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan, ketertiban dan stabilitas kawasan perbatasan sekaligus mendukung kegiatan kebangsaan yang melibatkan masyarakat.
Camat Tasifeto Timur, Maximus Loi Malik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Kirab Bendera Merah Putih.
Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat persatuan.
"Peringatan HUT ke-81 RI ini adalah momentum untuk mengenang jasa para pahlawan. Kirab ini merupakan penghormatan kepada Sang Merah Putih sebagai simbol persatuan, keberanian, dan semangat perjuangan bangsa," ujar Maximus.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah perbatasan, untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Maximus menegaskan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, meningkatkan gotong-royong, serta berkontribusi demi kemajuan Kecamatan Tasifeto Timur dan Kabupaten Belu. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Merdeka!" tegasnya.

Setelah menempuh rute kirab, rombongan akhirnya tiba di PLBN Motaain sebagai titik akhir kegiatan.
Setibanya di PLBN Motaain, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan tumbler atau botol minum kepada para pelajar setempat.
Pemberian tumbler tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang tidak hanya menguatkan semangat kebangsaan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap generasi muda dan mendorong kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh rangkaian Kirab Bendera Merah Putih berlangsung dengan aman, tertib dan penuh khidmat.
Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di kawasan perbatasan Motaain menjadi gambaran nyata bahwa semangat nasionalisme masyarakat di wilayah perbatasan tetap kuat. Dari beranda depan NKRI, Merah Putih kembali dibentangkan sebagai simbol persatuan, perjuangan dan kecintaan terhadap Tanah Air dalam menyambut 81 tahun Indonesia merdeka
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....