Sebanyak 30 Orang Anggota Paskibra Belu Jalani Latihan jelang Upacara HUT RI

  • 13 Agt 2026 12:55 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua -RRI.CO.ID, Atambua - Sebanyak 30 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, terus menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Ke-30 anggota Paskibraka tersebut merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Belu yang telah melalui proses seleksi dari sejumlah SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Belu.

kepada rri.co.id Kamis 13 Agustus 2026, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Belu, Apolinaris M. Susar, mengatakan proses seleksi dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dari 98 peserta yang dinyatakan lolos seleksi, selanjutnya ditetapkan 30 orang untuk menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Belu.

"Yang terpilih sebanyak 30 orang, terdiri dari 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Mereka merupakan hasil seleksi sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan," ujar Apolinaris.

Ia menjelaskan, seluruh anggota Paskibraka telah menjalani karantina dan pemusatan latihan sejak 29 Juli 2026. Pemusatan latihan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 18 Agustus 2026.

Selama mengikuti pemusatan latihan, para anggota Paskibraka mendapatkan berbagai materi dan pembinaan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Materi latihan tidak hanya difokuskan pada kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mencakup wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pembinaan yang berkaitan dengan disiplin kemiliteran.

Apolinaris mengatakan, latihan tersebut bertujuan membentuk karakter para anggota Paskibraka agar memiliki kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta kesiapan mental dalam menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.

"Latihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan baris-berbaris, wawasan kebangsaan, disiplin kemiliteran, serta pembinaan wawasan kebangsaan," jelasnya.

Selain mendapatkan pembinaan dari unsur terkait, pelaksanaan latihan juga didukung personel TNI dan Polri yang bertugas memberikan pembekalan serta pelatihan kepada para anggota Paskibraka.

Sementara itu, untuk Pasukan 45, personel yang bertugas merupakan anggota aktif TNI dan Polri. Sedangkan pasukan pengawal bendera melibatkan personel Satgas Yonarmed 12 Kostrad dan Brimob.

Untuk komandan peleton (Danton) pasukan, personel yang ditugaskan berasal dari Satgas Yonarmed 12 Kostrad.

Apolinaris berharap seluruh anggota Paskibraka dapat mengikuti seluruh tahapan latihan secara maksimal hingga masa pemusatan latihan berakhir.

Ia juga berharap para anggota mampu menjaga kesehatan, disiplin, kekompakan dan semangat selama menjalani latihan, sehingga pada saat pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus mendatang dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

"Kita berharap anak-anak ini dapat mengikuti latihan dengan maksimal dan nantinya mampu melaksanakan tugas dengan baik pada saat upacara," harap Apolinaris.

Keberadaan 30 anggota Paskibraka Kabupaten Belu ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan upacara kenegaraan, tetapi juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, kedisiplinan dan semangat kebangsaan.

, Nusa Tenggara Timur, terus menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Ke-30 anggota Paskibraka tersebut merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Belu yang telah melalui proses seleksi dari sejumlah SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Belu.

kepada rri.co.id Kamis 13 Agustus 2026, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Belu, Apolinaris M. Susar, mengatakan proses seleksi dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dari 98 peserta yang dinyatakan lolos seleksi, selanjutnya ditetapkan 30 orang untuk menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Belu.

"Yang terpilih sebanyak 30 orang, terdiri dari 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Mereka merupakan hasil seleksi sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan," ujar Apolinaris.

Ia menjelaskan, seluruh anggota Paskibraka telah menjalani karantina dan pemusatan latihan sejak 29 Juli 2026. Pemusatan latihan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 18 Agustus 2026.

Selama mengikuti pemusatan latihan, para anggota Paskibraka mendapatkan berbagai materi dan pembinaan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Materi latihan tidak hanya difokuskan pada kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mencakup wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pembinaan yang berkaitan dengan disiplin kemiliteran.

Apolinaris mengatakan, latihan tersebut bertujuan membentuk karakter para anggota Paskibraka agar memiliki kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta kesiapan mental dalam menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.

"Latihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan baris-berbaris, wawasan kebangsaan, disiplin kemiliteran, serta pembinaan wawasan kebangsaan," jelasnya.

Selain mendapatkan pembinaan dari unsur terkait, pelaksanaan latihan juga didukung personel TNI dan Polri yang bertugas memberikan pembekalan serta pelatihan kepada para anggota Paskibraka.

Sementara itu, untuk Pasukan 45, personel yang bertugas merupakan anggota aktif TNI dan Polri. Sedangkan pasukan pengawal bendera melibatkan personel Satgas Yonarmed 12 Kostrad dan Brimob.

Untuk komandan peleton (Danton) pasukan, personel yang ditugaskan berasal dari Satgas Yonarmed 12 Kostrad.

Apolinaris berharap seluruh anggota Paskibraka dapat mengikuti seluruh tahapan latihan secara maksimal hingga masa pemusatan latihan berakhir.

Ia juga berharap para anggota mampu menjaga kesehatan, disiplin, kekompakan dan semangat selama menjalani latihan, sehingga pada saat pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus mendatang dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

"Kita berharap anak-anak ini dapat mengikuti latihan dengan maksimal dan nantinya mampu melaksanakan tugas dengan baik pada saat upacara," harap Apolinaris.

Keberadaan 30 anggota Paskibraka Kabupaten Belu ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan upacara kenegaraan, tetapi juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, kedisiplinan dan semangat kebangsaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....