Lomba Paduan Suara Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 Sukses Digelar Kemenpar RI
- 07 Agt 2026 22:15 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sukses menyelenggarakan Lomba Paduan Suara sebagai salah satu rangkaian kegiatan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 yang berlangsung di Pelataran Plaza Perizinan Timor, Atambua, Kabupaten Belu, Jumat 7 Agustus 2026.
Ajang tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival perbatasan yang mempertemukan kelompok paduan suara dari Indonesia dan Timor Leste. Sebanyak lima tim menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan ratusan penonton yang memadati lokasi kegiatan sejak sore hingga malam hari.
Berdasarkan pantauan rri.co.id, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan penampilan masing-masing tim yang membawakan lagu-lagu pilihan dan lagu wajib m dengan harmonisasi vokal, teknik, serta penghayatan yang memukau. Suasana semakin semarak dengan dukungan para pendukung dari setiap kelompok paduan suara.
Kelima peserta yang mengikuti perlombaan yakni Paduan Suara Dekanat Belu Utara, Paduan Suara Keuskupan Agung Dili, Paduan Suara Dekanat Kefamenanu, Paduan Suara Dekanat Malaka, dan Paduan Suara Keuskupan Baucau dari Timor Leste.
Penampilan seluruh peserta dinilai oleh tiga dewan juri yang berasal dari Universitas Widya Mandira Kupang berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kualitas vokal, harmonisasi, teknik, interpretasi lagu, hingga penampilan di atas panggung.
Ketua Tim Event Budaya, Kreasi, dan Karnaval Internasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Arya Galih Anindita, mengatakan penyelenggaraan lomba paduan suara menjadi pembeda Garuda Sakti Cross Border Fest tahun ini dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, paduan suara telah menjadi bagian dari budaya masyarakat, baik di Indonesia maupun Timor Leste. Karena itu, lomba tersebut dipilih sebagai wadah untuk menampilkan potensi seni sekaligus memperkuat hubungan masyarakat di kedua negara.
"Berbeda dengan pelaksanaan Cross Border Fest pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami menghadirkan lomba paduan suara karena kegiatan ini sudah menjadi budaya yang berkembang di Indonesia maupun Timor Leste. Banyak kelompok paduan suara yang memiliki kualitas sangat baik sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan bakat di bidang tarik suara, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan kedua negara," ujar Arya Galih Anindita.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Garuda Sakti Cross Border Fest juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Belu sebagai salah satu kawasan strategis perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.
"Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Belu. Ini sejalan dengan target pemerintah dalam mengembangkan pariwisata perbatasan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.
Usai seluruh peserta tampil, dewan juri menetapkan Paduan Suara Dekanat Belu Utara sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Paduan Suara Keuskupan Agung Dili, disusul Paduan Suara Dekanat Kefamenanu sebagai Juara III.
Sementara itu, Paduan Suara Dekanat Malaka berhasil meraih Juara IV dan Paduan Suara Keuskupan Baucau dari Timor Leste menempati posisi Juara V.
Seluruh pemenang menerima piagam penghargaan, piala, serta hadiah uang tunai yang diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan partisipasi mereka dalam memeriahkan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026.
Keberhasilan penyelenggaraan lomba paduan suara ini semakin menegaskan Garuda Sakti Cross Border Fest sebagai ajang kolaborasi budaya lintas negara yang tidak hanya memperkenalkan potensi seni dan pariwisata, tetapi juga memperkuat persahabatan, toleransi, serta kerja sama masyarakat Indonesia dan Timor Leste melalui harmoni musik
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....