Workshop Penyusunan Modul Ajar Perkuat Kompetensi Guru Seni Prakarya

  • 30 Jul 2026 17:41 WIB
  •  Atambua

RRI.CO,ID, Alor- Workshop penyusunan modul ajar selama satu tahun pembelajaran diikuti guru mata pelajaran Seni dan Prakarya, berlangsung di Aula Santo Yoseph Kalabahi, Kamis 30 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar yang sistematis, kontekstual, dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Pemateri workshop, Yesaya Peni, S.Pd., Gr.,kepada rri.co.id Kamis 30 Juli 2026 menjelaskan Modul tersebut diharapkan menjadi pedoman pembelajaran sehingga proses mengajar lebih terarah, efektif, serta berkesinambungan di sekolah. penyusunan modul ajar harus mengacu pada capaian pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kondisi satuan pendidikan.

Guru didorong menghadirkan pembelajaran kreatif, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal. “Modul ajar yang disusun dengan baik akan membantu guru merencanakan kegiatan belajar secara terstruktur. Selain memudahkan pelaksanaan pembelajaran, modul juga menjadi acuan dalam melakukan penilaian serta evaluasi hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan,” kata Yesaya.

Ia menambahkan Workshop secara khusus diikuti guru mata pelajaran Seni dan Prakarya dari berbagai sekolah. Peserta memperoleh pendampingan mulai penyusunan tujuan pembelajaran, alur kegiatan, asesmen, hingga penyusunan perangkat yang dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan dengan aktif berdiskusi serta berbagi pengalaman mengajar. Suasana interaktif memberikan kesempatan kepada guru untuk saling bertukar ide, menyempurnakan rancangan modul, dan memperkuat kolaborasi antarsatuan pendidikan di Kabupaten Alor.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap kualitas pembelajaran Seni dan Prakarya semakin meningkat. Guru diharapkan mampu menghasilkan modul ajar yang relevan, adaptif terhadap perkembangan pendidikan, serta mendukung peningkatan kompetensi dan kreativitas peserta didik di sekolah.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan pendidikan. Dengan perencanaan pembelajaran yang matang, diharapkan mutu layanan pendidikan terus meningkat serta memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....