Satu Buku Jadi Kontribusi Nyata bagi Gerakan Literasi
- 26 Jul 2026 19:16 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Gerakan literasi dapat dimulai melalui langkah sederhana. Setiap peserta pertemuan pegiat literasi di Kabupaten Malaka diajak membawa minimal satu buku layak baca sebagai kontribusi nyata.
"Kami meminta setiap peserta membawa minimal satu buku layak baca sebagai bentuk kontribusi," ujar Putra Niron, pegiat literasi Komunitas Aksi Membangun Literasi (AMI) Malaka, beberapa waktu lalu. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian bersama.
Ide membawa buku ini muncul agar setiap peserta tidak sekadar menghadiri kegiatan. Setiap buku yang dibawa diharapkan dapat menambah koleksi bacaan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Kami tidak ingin peserta hanya datang mengikuti diskusi, tetapi juga meninggalkan manfaat," ucap Putra. Ia menilai kontribusi sederhana tersebut mampu membangun semangat berbagi melalui gerakan literasi.
Buku-buku yang terkumpul akan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan literasi maupun untuk mendukung Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Cara tersebut diharapkan dapat memperluas akses bacaan bagi masyarakat di Kabupaten Malaka.
"Yang terpenting bukan jumlah bukunya, melainkan kemauan untuk berbagi," tuturnya. Hal itu, menurut Putra, menunjukkan bahwa setiap orang dapat berkontribusi sesuai kemampuan untuk mendukung gerakan literasi.
Putra berharap gerakan membawa satu buku ini terus dilakukan pada setiap pertemuan pegiat literasi. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kepedulian sosial masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....