Ancaman Vandalisme Moderen Generasi Muda di Cagar Budaya

  • 19 Jul 2026 17:39 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Perkembangan media sosial memicu fenomena komersialisasi ekonomi pada berbagai situs adat. Namun, ancaman vandalisme moderen turut mengintai keaslian cagar budaya tersebut.

"Sangat disayangkan jika generasi muda justru melakukan perusakan demi estetika modern. Mereka seharusnya berpartisipasi aktif dalam komunitas menjaga cagar budaya," ujar Haris Budiharto, S.S., M.Hum , Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT, kepada rri.co.id, Sabtu, 18 Juli 2026.

Fenomena perusakan fisik demi konten estetik di media sosial harus segera dihentikan. Semua pemangku kepentingan wajib bergerak melakukan edukasi intensif.

"Proses pelestarian di Kabupaten Belu sejauh ini sudah berjalan baik. Contohnya adalah Kampung Adat Duarato yang kini menjadi daya tarik wisata," ungkapnya.

Kampung Adat Duarato menjadi salah satu bukti keberhasilan sinergi antara pariwisata dan pelestarian. Lokasi tersebut kini menjadi magnet wisata utama.

Masyarakat lokal harus terus ditumbuhkan rasa kepemilikannya terhadap warisan leluhur. Perlindungan secara swadaya merupakan benteng utama pertahanan cagar budaya.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 telah memberikan ruang yang luas bagi partisipasi aktif warga. Kesadaran kolektif menjadi kunci keberlanjutan sejarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....