Krisis Iklim: Tantangan Nyata Hari Ini, Bukan Cerita Masa Depan

  • 12 Jul 2026 08:13 WIB
  •  Atambua
RRI.CO.ID,Atambua - Krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang memicu krisis ekologis. Hal ini disampaikan Elsyn Puka, Ketua Koalisi KOPI (Koalisi Aksi Orang Muda untuk Perubahan Iklim) Mura Rame di Kabupaten Flores Timur menilai,
kepada rri.co.id, Jumat 10 Juli 2026.

Dalam pandangannya, krisis iklim di wilayah Flores Timur memicu banyak hal. Termasuk dampak ekologis kompleks yang berimbas langsung pada ketidakpastian musim serta iklim.

Melalui gerakan nyata, ia terus mendorong kaum muda untuk menjadi pelopor perubahan. "Tantangan ini mengubah bentang alam dan membatasi sumber penghidupan masyarakat lokal," ucapnya.

"Generasi muda didorong aktif dalam aksi advokasi lingkungan, mengonsolidasikan gagasan. Serta menjembatani kearifan lokal leluhur Lamaholot dengan solusi ekologis modern," tuturnya.

Krisis iklim di Flores Timur memicu kerentanan lingkungan ganda. Dimana pergeseran cuaca ekstrem dan anomali suhu merusak sektor agraris dan kelautan sekaligus.

"Hal ini berdampak langsung pada kehidupan harian petani dan nelayan lokal. Mengancam ketahanan pangan, serta menurunkan perekonomian masyarakat pesisir maupun pedalaman," ucapnya .

Melalui gerakan kolektif , Koalisi KOPI Flores Timur terus mendorong lahirnya pemimpin generasi yang mandiri. Dan berani bersuara demi mewujudkan keadilan iklim di bumi Flobamora.

"Koalisi KOPI terus aktif memberdayakan masyarakat melalui berbagai aksi nyata. Seperti kampanye kreatif, serta pendidikan iklim dan konservasi," kata Eslyn.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....