KPU Alor Pastikan Kuota Perempuan Bukan Ancaman
- 30 Jun 2026 20:20 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Alor memastikan keterwakilan tiga puluh persen perempuan dalam pemilu merupakan peluang besar untuk meningkatkan kualitas demokrasi di daerah setempat. Hal itu disampaikan Ketua KPU Alor, Munawir Laamin, kepada rri.co.id pada Rabu, 10 Juni 2026.
Ia mengatakan Regulasi harus dipandang sebagai instrumen konstitusional yang mengikat bagi setiap partai politik (parpol) peserta pemilu, demikian ditegaskan. "Pemenuhan kuota perempuan selama ini sering kali dianggap sebagai beban teknis oleh sebagian pihak".
| Baca juga: Kolaborasi Komunitas Kuatkan Mama Penenun |
"Pandangan tersebut biasanya muncul karena adanya keterbatasan kader perempuan yang dinilai siap untuk terjun langsung ke dunia politik praktis," kata Munawir Laamin.
Padahal, partai politik di Kabupaten Alor sebenarnya memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan kader mereka. Parpol semestinya bisa melakukan proses kaderisasi serta rekrutmen secara terbuka dan masif sejak jauh-jauh hari bagi kaum perempuan.
| Baca juga: Waka Polres Alor Pimpin Jumat Curhat Wetabua |
Demi mengawal agenda ini, KPU Alor terus berkomitmen melakukan verifikasi secara ketat di lapangan. Pemeriksaan intensif ini menyasar keterwakilan perempuan dalam daftar bakal calon legislatif yang resmi diajukan oleh parpol.
Langkah tegas tersebut sengaja diambil guna memastikan bahwa pemenuhan hak politik perempuan berjalan sesuai esensinya. KPU tidak ingin keterlibatan perempuan sekadar menjadi formalitas untuk memenuhi syarat administratif di atas kertas semata.
Lebih lanjut, Munawir mengajak seluruh partai politik di Kabupaten Alor untuk mengubah strategi penjaringan mereka menjadi lebih kreatif. Parpol diharapkan mampu merangkul figur-figur perempuan potensial yang berasal dari berbagai latar belakang profesi.
Melalui komitmen bersama yang kuat, KPU Alor optimistis keterwakilan perempuan ini akan membawa dampak positif yang nyata. Keterlibatan aktif kaum perempuan di parlemen diharapkan mampu melahirkan kebijakan daerah yang lebih berpihak pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....