'Bacarita NTT' Jaga Budaya Bercerita di Era Digital

  • 29 Jun 2026 09:38 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Komunitas Bacarita NTT terus menjaga budaya bercerita di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Ayi Rambu Kareri Emu, anggota komunitas tersebut mengatakan kegiatan menghadirkan cerita dilakukan sebagai sarana belajar menyenangkan bagi anak-anak.

“Visi kami sederhana, yaitu berbagi cerita dan berbagi sukacita kepada anak-anak,” kata Ayi, Kamis, 11 Juni 2026. Menurutnya, cerita dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan berbagai nilai kehidupan dengan cara yang menyenangkan.

Komunitas Bacarita NTT kembali aktif pada 2020 setelah sejumlah anggotanya mengikuti pelatihan mendongeng bersama Rumah Dongeng Mentari. Sejak saat itu, berbagai kegiatan literasi terus dilakukan untuk menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah.

“Yang sering menjadi kendala sebenarnya bukan minat baca anak, tetapi akses terhadap buku bacaan,” ujarnya. Karena itu, komunitas tersebut berupaya menghadirkan buku dan kegiatan membaca langsung kepada anak-anak.

Selain mendongeng, Bacarita NTT juga mengadakan kegiatan membaca buku anak secara gratis di berbagai ruang publik. Kegiatan tersebut kerap dilaksanakan saat hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) maupun melalui undangan sekolah dan komunitas.

“Melalui cerita, pesan kebaikan bisa diterima tanpa membuat anak merasa digurui,” katanya. Ia mengatakan anak-anak dapat belajar berbagai nilai kehidupan sambil menikmati cerita yang dibawakan.

Hingga kini, Bacarita NTT masih aktif melaksanakan berbagai kegiatan literasi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Komunitas tersebut juga melibatkan relawan yang peduli terhadap dunia anak dan budaya membaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....