Petani Desa Naibonat Mulai Memanen dan Menjemur Padi
- 31 Mei 2026 15:58 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Para petani di kawasan Desa Naibonat, Kabupaten Kupang khususnya di wilayah RT/RW 017/007 mulai terlihat sebagian besar waktunya dengan memanen. Bahkan ada beberapa diantaranya kini mulai sibuk menjemur hasil padi mereka. Kegiatan ini telah mereka lakukan sejak pekan lalu, tepatnya 25 Mei 2026. Aktivitas padat tersebut menandai keberhasilan musim tanam tahun ini yang berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala berarti.
Hamparan sawah yang telah menguning kini mulai dipotong menggunakan alat tradisional maupun mesin pemotong padi yang modern. Setelah proses pemotongan selesai, butiran gabah segar langsung dikumpulkan untuk segera memasuki tahapan pengolahan yang berikutnya.
Saat ditemui RRI, salah satu petani, Amedhi Koen, sementara melakukan proses penjemuran padi. Hal ini dilakukan secara mandiri oleh Medhi, demikian ia biasa disapa, dengan memanfaatkan halaman rumahnya. Kegiatan krusial ini bertujuan untuk menurunkan kadar air pada gabah agar kualitas beras yang dihasilkan tetap terjaga.
Panas matahari yang cukup terik dalam beberapa hari terakhir sangat membantu mempercepat proses pengeringan gabah milik petani. “Cuaca yang sangat mendukung ini sangat baik. Padi dapat kering dengan sempurna sebelum masuk ke dalam mesin penggilingan beras,” kata Medhi.
Masyarakat secara mandiri mengelola lahan pertanian yang ada baik milik pribadi maupun lahan milik orang lain. Keberhasilan panen kali ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas pasokan beras di tengah gempuran harga beras yang semakin melonjak.
Medhi mengaku sangat puas dengan hasil panen sekarang karena bulir padi terlihat lebih padat berisi. Lebih lanjut Medhi menjelaskan, setiap tahun hasil panen yang diperoleh digunakan untuk konsumsi sehari-hari, tidak untuk diperjualbelikan.
Proses penjemuran padi dilakukan secara terpisah. Padi yang akan dijadikan bibit untuk musim tanam selanjutnya dijemur terpisah dengan padi yang akan dikonsumi. Hal ini telah dilakukan sejak lama oleh petani di Desa Naibonat untuk mengantisipasi kelangkaan bibit jelang musim tanam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....