Aksi Nyata Bagi Kesetaraan Perempuan

  • 06 Apr 2026 15:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pemberdayaan perempuan dalam aksi nyata yang berpihak, menurut pandangan aktivis perempuan-NTT Frida Kole Roman,SH bukan sekadar hanya memberikan pelatihan, melainkan proses utama melalui akses dan kontrol penuh kepada perempuan atas hidupnya.

"Utamanya ekonomi dan kebijakan.Aksi nyata ini juga harus berbasis pada keadilan gender, keberlanjutan, dan merespons situasi darurat, khususnya bagi kelompok rentan,"ujarnya pada perbincangan rri.co.id, Senin 6 April 2026.

Aksi nyata pemberdayaan perempuan seperti komunitas dan ramah lingkungan sangat diperlukan"Mendorong kemandirian ekonomi melalui UMKM yang dikelola perempuan, seperti pelatihan menggunakan bahan limbah, kerajinan tangan, dan akses permodalan. Ini dianggap efektif untuk memutus rantai kemiskinan struktural," kata Frida.

Contoh aksi nyata lainnya melalui konsep yang terorganisir terukur serta harus yang berdampak,di mana perempuan berdaya merencanakan pembangunan secara mandiri.

"Perempuan bukan sekadar ikut hadir tetapi mereka juga harus terlibat pada kegiatan seperti Musrenbang umum agar kebutuhan spesifik mereka terakomodasi dalam anggaran daerah," ucapnya.

Selain itu dibutuhkan juga pendampingan hukum dan ruang aman bagi penyintas. "Bentuk aksi nyata yang berpihak pada korban melibatkan penyediaan layanan darurat, manajemen kasus yang terintegrasi, dan pemulihan rasa aman bagi perempuan dan anak di tengah situasi kekacauan atau konflik," tutur Frida.

Dalam dekonstruksi budaya patriarki dan kepemimpinan, Frida mengungkapkan,sebagai aktivis perempuan akan berjuang mengubah paradigma berpikir yang bias gender.

"Kami terus mendorong perempuan di NTT untuk mengambil ruang publik dan ruang politik, serta memastikan kepemimpinan perempuan harus ada di semua level," katanya.

Inti dari pemberdayaan ini adalah gerakan perempuan dengan kegiatan nyata melalui kolaborasi"Saling menjaga, meningkatkan kepercayaan diri, dan memastikan perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek penggerak perubahan," ucap Frida.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....