Umat Hindu di Belu Laksanakan Upacara Tawur Agung Kesanga

  • 18 Mar 2026 15:33 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Umat Hindu di Atambua Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur melakukan upacara Tawur Agung Kesanga, yang menjadi rangkaian upacara dalam merayakan Hari Raya Nyepi Saka 1948, di Pura Atambua Nantha, Rabu 18 Maret 2026.

Pengurus Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Belu I Ketut Sukariati mengatakan, menjelang perayaan nyepi dilaksanakan beberapa prosesi upacara, mulai dari melasti, dilanjutkan dengan prosesi tawur dan pada puncaknya akan dilaksanakan catur brata penyepian.

Dijelaskan, tawur Agung Kesanga adalah upacara Bhuta Yadnya yang dilakukan untuk kesejahteraan dan keselarasan alam. Yadnya ini dilaksanakan manusia untuk kesejahteraan alam. Keseimbangan dan keselarasan alam menjadi fokus utama selama hidup di dunia.

Upacara Tawur Agung Kesanga juga bermakna sebagai wujud keselarasan antara umat manusia dengan alam.

"Tawur Agung merupakan pertarungan energi semesta sehingga menimbulkan keriuhan. Keriuhan itu akan menjadi sebuah ‘sipeng’ atau kesunyian. Jadi manusia yang baru itu adalah manusia yang telah bertransformasi menjadi manusia yang baik,"Ucapnya

Lanjutnya, bahwa manusia dapat bertransformasi maka manusia dituntut untuk mampu memadamkan api dalam diri manusia. Tidak bepergian baik fisik dan pikiran serta menahan segala kesenangan duniawi guna menghindarkan diri dari hal-hal negatif.

Ditambahkan, untuk ritual Melasti yang telah dilaksanakan pada Rabu lalu, di Pantai Atapupu memiliki makna untuk membersihkan Bhuana Alit (kekuatan dalam diri manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta) yang dilaksanakan di segara (laut) atau secara sederhananya umat Hindu melakukan ritual ini guna mensucikan diri di pura yang berada dekat laut.

“Semoga Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tahun ini umat Hindu semakin menjaga keseimbangan baik dengan alam maupun dengan sesama manusia,"Ungkapnya.

Ditambahkan, jumlah umat hindu di Belu lima ratusan dan kerukunan umat beragama di Belu tetap terjalin dengan baik, tahun ini perayaan Nyepi bersamaan dengan bulan Ramadhan sehingga hal ini merupakan implementasi dari moderasi beragama secara nyata.

"Mudah-mudahan dengan sikap saling melengkapi dan saling menghormati maka semesta ini akan terus berjalan dengan kedamaian dan kesejahteraan, Hari Suci Nyepi 2026 mengangkat tema "Satu Benua, Satu Saudara" Tema ini mengajarkan bahwa seluruh manusia di bumi adalah satu keluarga besar. Persaudaraan itu bukan hanya sekadar kata, tetapi harus diwujudkan dalam keseimbangan hidup,"Katanya.

Pantauan rri.co.id umat Hindu melaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga dengan suasana penuh hikmat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....