Warga Dusun Nekto, Malaka, Belum Menikmati Layanan Listrik

  • 14 Feb 2026 15:28 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Malaka - Sebanyak 42 kepala keluarga yang bermukim di Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini belum menikmati layanan listrik.

Sudah puluhan tahun, sejak Indonesia merdeka hingga tahun 2026 ini, dusun Nekto belum tersentuh pembangunan jaringan listrik sama sekali karena letaknya paling jauh dan terpencil karena berada di lereng gunung Mandeu, wilayah perbatasan Malaka-Belu.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Raiulun, Kasmir Ulu Bau, kepada RRI, Jumat 13 Februari 2026, mengatakan dari empat dusun di Desa Raiulun, hanya Dusun Nekto yang belum teraliri listrik.

“Di Desa Raiulun ini terdapat empat dusun. Tiga dusun lainnya sudah teraliri listrik, sementara Dusun Nekto menjadi satu-satunya dusun yang hingga kini belum menikmati listrik,” kata Kasmir.

Menurut Kasmir, belum masuknya jaringan listrik ke Dusun Nekto disebabkan letak dusun Nekto yang berjarak sekitar tiga kilometer dari jaringan terdekat di dusun Buitae, Desa Teun, wilayah Kabupaten Belu.

“Sejak dulu, sejak Indonesia merdeka, kami masih hidup dalam keterpencilan dan belum sama sekali menikmati listrik,” ujar Kasmir.

Selain belum terjangkau jaringan listrik, warga Dusun Nekto juga belum pernah mendapatkan bantuan penerangan alternatif, seperti tenaga surya. Selama ini, sebagian besar warga hanya menggunakan lampu pelita untuk penerangan. Sementara itu, beberapa warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih memilih membeli panel surya sederhana yang disambungkan ke aki untuk mendapatkan penerangan terbatas.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama pada malam hari. Kegiatan masyarakat menjadi sangat terbatas, termasuk aktivitas belajar anak-anak.

“Anak-anak yang ingin belajar pada malam hari juga kesulitan karena tidak ada listrik. Sebagian besar masyarakat hanya menggunakan pelita,” kata Kasmir.

Masyarakat pun berharap agar ke depan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian, sehingga jaringan listrik dapat segera masuk ke Dusun Nekto.

Tak hanya persoalan listrik, warga juga mengeluhkan kondisi akses jalan menuju dusun mereka. Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer menuju Dusun Nekto masih berbatu dan rusak parah.

“Kalau hujan turun, kami sangat kesulitan melintasi jalan ini dengan kendaraan. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ucap Kasmir. (AS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....