Pelatihan Pangan Higienis, Lapas Atambua Gandeng Dinkes

  • 11 Feb 2026 17:01 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menyelenggarakan pelatihan pengolahan pangan bergizi dan higienis bagi warga binaan dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belu, Rabu 11 Februari 2026. Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Lapas ini bertujuan untuk menjamin standarisasi mutu makanan sekaligus meningkatkan keterampilan teknis warga binaaan. 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Bambang Hendra Setyawan, serta dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Belu, dr. Maria Bernadette Stella Elen Corputty, didampingi para narasumber, Narsi Narus dan Maria Sare. Pelatihan ini diikuti oleh 5 orang petugas pengelola dapur Lapas serta 25 orang warga binaan yang telah terpilih melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk bertugas sebagai koki atau juru masak.  

Dalam sambutannya, Kalapas Atambua menyampaikan filosofi penting urgensi dapur yang menyangkut pemenuhan hak dasar bagi 226 orang warga binaan. Ia menyebut dapur bukan sekadar tempat memasak, melainkan "jantung" yang menentukan stabilitas dan kesehatan seluruh penghuni Lapas. 

"Dapur adalah jantung di Lapas. Kami berharap seluruh penjamah makanan mampu menerapkan prinsip higienis sanitasi. Pelatihan ini adalah langkah mitigasi risiko untuk mencegah terjadinya malnutrisi, keracunan makanan, hingga potensi fatal seperti kematian akibat salah kelola pangan," ujar Kalapas. 

Ia juga mendorong para warga binaan untuk mengubah mindset mereka. "Pekerjaan sebagai juru masak adalah tugas mulia. Nasib kesehatan ratusan rekan kalian bergantung pada tangan kalian. Hasil kerja harus berkualitas, bersih, dan higienis," kata Kalapas. 

Kadinkes Belu, dr. Elen Corputty mengapresiasi langkah progresif Lapas Atambua. Ia menjelaskan bahwa sesuai regulasi, setiap pengelola atau penjamah makanan wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. 

"Pelatihan ini wajib dilakukan agar seluruh pengolah makanan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi sesuai regulasi yang berlaku. Kami menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri seperti kuku pendek dan tutup kepala, serta sanitasi lingkungan dan teknik pencucian yang benar untuk mencegah kontaminasi. Mengubah perilaku memang butuh waktu, namun setiap koreksi harus diterima dengan lapang dada tanpa rasa tersinggung, karena ini demi standar keamanan pangan dan kesehatan bersama di Lapas,” ujar Kadinkes. 

Sebagai tanda dimulainya kegiatan, Kalapas menyematkan kartu tanda peserta secara simbolis serta menyerahkan sarana prasarana pendukung pengolahan pangan. Pelatihan ini juga diawali dengan sesi pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. 

Antusiasme peserta terlihat saat sesi materi dan diskusi berlangsung. Salah satu warga binaan, Goris mengungkapkan rasa syukurnya atas wawasan baru yang didapatkan. "Kami baru sadar kalau hal-hal kecil seperti kebersihan diri sangat menentukan kesehatan ratusan teman-teman di sini. Pelatihan ini memberi kami pemahaman tentang teknik memasak yang benar dan sehat, yang tentunya akan menjadi bekal keterampilan berharga saat kami bebas nanti," ucap Kadinkes. 

Meski hasil pre-test menunjukkan masih banyak warga binaan yang belum memahami unsur-unsur teknis pengolahan pangan, pihak Lapas optimis pelatihan ini akan memberikan pemahaman mendalam. Diharapkan, setelah kegiatan ini berakhir, ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi mewujudkan Lapas yang bersih, sehat, dan humanis. 

Sebagai bentuk komitmen, Lapas Atambua saat ini tengah meningkatkan sarana prasarana sesuai standarisasi, mulai dari perbaikan dinding, atap, saluran pembuangan, hingga pemasangan wastafel berbahan stainless steel guna mencegah kontaminasi. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....