Warga Nelayan Bekerja Serabutan Ditengah Ancaman Cuaca Ektrem
- 11 Feb 2026 14:28 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Warga nelayan pesisir pantai utara desa Dualaus Kabupaten Belu lebih memilih bekerja serabutan ketimbang masuk laut di tengah cuaca ekstrem.
Aktifitas di antaranya menjadi buruh bangunan, mencari kayu bakar untuk dijual. Memiliki lahan kebun bertanam sayuran, umbian, pisang dan tanaman lain, sehingga dari hasil panen bisa sesikit membantu kebutuhan keluarga.
Hal ini seperti dilakukan warga nelayan dusun susuk desa Dualaus Belu Joni Bauvida.
"Kerja serabutan saja, cari kayu bakar jual, ikut proyek, ada juga berkebun tanam ubi pisang untuk hasil bisa makan keluarga," kata kepada rri.co.id, Senin 8 Februari 2026.
Warga nelayan yang sudah sekian tahun melaut ini mengungkapkan, sementara waktu belum bisa melaut mencari tangkapan ikan dikarenakan cuaca kurang bersahabat. Sudah beberapa pekan turun hujan lebat disertai tiupan anging kencang menyebabkan gelombang tinggi. Kondisi ini cukup beresiko apabila dipaksakan melaut.
"Sudah beberapa bulan laut tidak bersahabat gelombang tinggi, nelayan tidak berani cari ikan ke dalam," ucapnya.
Ia menyebut, yang bisa dilakukan sekedar mengisi waktu luang di rumah yakni memperbaiki perahu, menyulam pukat.
"Ada perahu rusak berlubang kita tambal atau mengecat, jaring rusak putus kita jahit, kerja sementata waktu demikian," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....