Cuaca Ekstrem Nelayan Belu Belum Beraktivitas Melaut
- 11 Feb 2026 13:56 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Warga nelayan pesisir pantai utara Kabupaten Belu untuk sementara waktu belum bisa beraktifitas melaut.
Cuaca ekstrem dalam beberapa minggu terkahir melanda perairan laut berdampak terhadap aktifitas nelayan.
Dalam beberapa pekan terakhir turun hujan lebat dan disertai tiupan angin kencang, menyebabkan gelombang pasang air laut cukup mengancam keselamatan.warga nelayan pun memilih untuk tidak melaut mencari hasil tangkapan ikan.
Warga nelayan usun Susuk Desa Dualaus ditemui rri.co.id, Senin 8 Februari 2026 mengatakan, yang bisa dilakukan hanya di sekitar lokasi pesiair palingan mancing atau pun sekedar menebar jala menangkap ikan itu pun tetap membaca kondisi laut. Untuk lebih ke dalam menggunakan perahu masih sulit dilakukan dikarenakan ancaman gelombang pasang.
"Sudah beberapa bulan ini ujan dan angin kencang sulit cari ikan ke tengah lait, palingan mancing," katanya.
Ia menjelaskan, memasuki bulan Februari ancaman melaut lebih meningkat. Warga pesisir menamakan terjadi musim barat.
Ditandai turun hujan lebat terus menerus dalam beberapa hari dan disertai tiupan angin kencang. Apabila nekat melaut cukup beresiko, bisa tereret gelombang pasang.
"Musim barat nelayan sudah tahu, hujan angin gelombang tinggi, belum berani masuk laut karena berbahaya," ucapnya.
Terjadi di perairan Timor sekitar pesisr pantai Atapupu gelombang tinggi sudah terjadi beberapa bulan ini. Tinggi gelombang satu sampai dua meter," katanya menambahkan.
Sementara untuk menyambung hidup aktifitas yang bisa dilakukan bekerja serabutan. Seperti halnya menjual kayu bakar, bekerja sebagai buruh bangunan atau pun ke kebun. Hal ini sekedar memperileh sedikit pendapatan untuk makan minum setiap hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....