Faktor Ekonomi dan Pernikahan Dini Penyumbang Stunting Kabuna
- 10 Feb 2026 19:16 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kepala Desa Kabuna Adrianus Yoseph Laka mengungkapkan penyumbang angka stunting tertinggi di Desa Kabuna adalah keluarga yang belum siap secara sosial ekonomi sehingga berdampak juga pada ibu KEK. Hal ini diungkapkan dirinya karena pengentasan stunting di kabuna didorong secara aktif namun pernikahan dini dan faktor ekonomi hadir menjadi penyumbang stunting secara berkala.
Secara gamblang Adrianus Yoseph Laka menyampaikan pasangan yang belum siap baik secara ekonomi yang melangsungkan pernikahan kebanyakan menjadi KK numpang dan merantau sehingga anak-anak lebih diasuh bersama kedua orang tuanya.
Menurutnya dengan pola asuh kurang tepat yang disesuaikan dengan keinginan anak imbasnya pertumbuhan tidak optimal dan menjadi menjadi penyumbang angka stunting. Lanjut Adrianus secara keseluruhan pihaknya terus mengedukasi pasangan muda terkait perubahan pola hidup yang sehat, pola asuh yang baik dan tepat agar kabuna dapat terbebas dari stunting namun semuanya ini perlu adanya kolaborasi.
,” Secara keseluruhan pasangan muda lebih memilih menitipkan anak-anaknya di orang tua dan saat dititipkan mereka memilih mengikuti kemauan anak-anak seperti jajan, hal ini yang menjadi faktor penghambat dan penyumbang stunting,” kata Adrianus Yoseph Laka, pada Selasa 10 Februari 2026 di ruang kerjanya.
Terkait mengatasi persoalan stunting ia mengajak perlu adanya sinergi dan kolaborasi bersama dengan itu stunting dapat teratasi dengan baik, karena melalui sinergi bersama mengikuti edukasi dan himbauan optimis kabuna bebas dari stunting.
Lebih lanjut ia menerangkan melalui tim PKK Desa Kabuna juga terus mengedukasi dan memberikan himbauan bagi pasangan-pasangan yang akan menikah terkait pola asuh anak, nutrisi yang baik dengan itu mampu mencegah pertumbuhan angka stunting maupun ibu kek hamil. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....