Wakil Ketua DPRD Malaka Kunjungi SD Nekto
- 10 Feb 2026 10:34 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka - Kondisi memperihatinkan anak-anak SD Nekto, sekolah kelas jauh dari SD Inpres Ninma di Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, menuaikan perhatian dari berbagai pihak. Bantuan demi bantuan mulai berdatangan termasuk dari unsur legislatif.
Wakil Ketua DPRD Malaka, Ronaldo Asury, yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malaka, berkunjung langsung sekolah tersebut pada Senin, 9 Februari 2026.
Kehadiran Ronaldo di lokasi sekolah disambut hangat oleh para murid, guru, orang tua murid, serta pemerintah desa setempat.
Dalam kunjungannya, ia menyempatkan diri menyapa satu per satu anak-anak, berdialog singkat dengan mereka, serta melihat langsung kondisi gedung sekolah yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Sebagai bentuk kepedulian, Ronaldo Asury membagikan alat-alat tulis kepada para murid SD Nekto. Tak hanya itu, ia juga menyatakan kesiapannya untuk menanggung bantuan sebanyak 50 sak semen yang akan digunakan untuk pembangunan kembali gedung sekolah tersebut.
Bahkan, Ronaldo berjanji akan menambah jumlah bantuan semen apabila dalam proses pembangunan nanti masih dirasa kurang. “Kalau dengan 50 sak semen ini masih belum cukup, saya akan tambah lagi sampai pembangunan ini tuntas,” ujar Ronaldo di hadapan warga dan orang tua murid.
Ronaldo menilai, kondisi SD Nekto Kelas Jauh SD Inpres Ninma memerlukan solusi yang cepat dan tepat. Menurutnya, pemerintah daerah harus segera melakukan kajian menyeluruh, baik dari sisi aturan maupun dari sisi manfaat bagi anak-anak dan masyarakat.
Ia menyebutkan, langkah pertama yang paling mendesak saat ini adalah membangun gedung darurat agar proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Namun, jika opsi tersebut tidak memungkinkan, pemerintah harus segera mengambil langkah alternatif.
“Kalau memang tidak memungkinkan, maka pemerintah harus segera mengembalikan siswa ke sekolah induk agar pendidikan mereka tidak terganggu dan mereka bisa mendapatkan fasilitas yang lebih memadai,” ujar Ronaldo.
Dalam kesempatan tersebut, Ronaldo juga menyoroti keterbatasan tenaga pengajar di SD Nekto. Saat ini, hanya terdapat satu orang guru yang harus mengajar 16 siswa dari beberapa jenjang kelas sekaligus. Kondisi ini dinilainya sangat berat dan tidak ideal bagi proses pendidikan.
“Satu guru mengajar 16 siswa dengan empat kelas sekaligus. Ini jelas membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama untuk menambah jumlah tenaga pendidik,” kata Ronaldo.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar anak-anak yang tidak boleh terabaikan hanya karena keterbatasan sarana maupun tenaga pengajar. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malaka diminta untuk segera mencarikan solusi konkret dan berkelanjutan.
| Baca juga: HUT ke-18, Gerindra Malaka Tanam 700 Pohon |
“Pemda harus memberikan perhatian khusus. Pendidikan adalah hak anak-anak kita, dan mereka tidak boleh dirugikan karena keterbatasan fasilitas atau guru,” ucap Ronaldo.
Menurut Ronaldo, pembangunan gedung darurat atau pengembalian siswa ke sekolah induk merupakan langkah sementara yang paling realistis agar anak-anak SD Nekto tetap memperoleh pendidikan yang layak.
DPRD Malaka, kata dia, akan terus memantau perkembangan penanganan persoalan ini dan siap mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan siswa.
Kondisi SD Nekto Kelas Jauh SD Inpres Ninma, lanjut Ronaldo, harus menjadi perhatian serius semua pihak mengingat letaknya yang terpencil serta minimnya fasilitas penunjang pendidikan.
Dukungan pemerintah dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar hak anak-anak Dusun Nekto atas pendidikan yang layak dapat benar-benar terpenuhi. (AS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....