Tujuh Hari, Pencarian Pelajaran Tenggelam di Malaka Dihentikan
- 10 Feb 2026 10:31 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka - Pencarian Georgio Christian Faot alias Dito (15), pelajar SMP Negeri Fatukoan asal Desa Niti, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, yang diduga tenggelam di Pantai Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, akhir dihentikan. Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian pada Minggu, Februari 2026, setelah pencarian terhadap korban selama tujuh hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malaka, Fransiskus Xaverius Fahik, menjelaskan bahwa penghentian ini dilakukan setelah seluruh upaya maksimal dikerahkan namun belum membuahkan hasil. Selama sepekan, tim telah menyisir perairan dan pesisir secara intensif.
Unsur SAR, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh adat, hingga masyarakat telah bahu-membahu menyusuri laut dan pesisir Pantai Abudenok.
“Sejak hari pertama kejadian, semua pihak bekerja tanpa lelah. Laut disisir, pantai dipantau, bahkan ritual adat juga dilakukan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat,” ujar Ferri Fahik.
Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan tidak hanya mengandalkan jalur laut melalui tujuh unit perahu nelayan dan satu perahu karet Basarnas, tetapi juga menggunakan teknologi udara. Polres Malaka mengerahkan unit drone untuk memantau titik-titik sulit dijangkau di sepanjang garis pantai.
Radius pencarian pun sempat diperluas dari titik awal di pantai Abudenok hingga mencapai Taberek di desa Alkani, Kecamatan Wewiku. Namun, hingga batas yang ditentukan, keberadaan korban belum ditemukan.
| Baca juga: SAR Gabungan Perluas Pencarian Remaja Malaka |
Ia menjelaskan, meskipun secara prosedural operasi pencarian telah dihentikan, Tim SAR tetap membuka ruang pemantauan lanjutan apabila di kemudian hari muncul informasi baru terkait keberadaan korban.
“Tim Basarnas sudah kembali ke Kefamenanu, namun mereka tetap siaga 1x24 jam apabila ada informasi atau tanda-tanda yang mengarah pada korban,” kata Ferri Fahik.
Secara administrasi, Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga korban telah menandatangani berita acara penghentian operasi pencarian.
Sebagai bentuk penghormatan dan penguatan spiritual bagi keluarga, hari terakhir pencarian diakhiri dengan penandatanganan berita acara bersama keluarga korban dan dilanjutkan dengan upacara adat "pendinginan".
Upacara adat pendinginan dipimpin oleh tokoh adat setempat. Ritual tersebut dilakukan sebagai ungkapan doa dan harapan agar keluarga korban, para petugas, serta masyarakat yang terlibat dalam pencarian diberikan kekuatan dan dijauhkan dari musibah serupa di masa mendatang.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Secara prosedur operasi dihentikan, namun secara kemanusiaan dan doa, kami tetap bersama keluarga,” pungkas Fransiskus. (AS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....