Kades Taunbaen Timur Dituding Selewengkan Dana Sari Tani

  • 09 Feb 2026 19:59 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Warga Desa Taunbaen Timur, berinisial H.A menduga Kepala Desa Taunbaen yakni Ari Amsikan, menyelewengkan dana Sari Tani desa tersebut untuk pengadaan mesin bor air. Mesin bornya harganya Rp 80 juta, sedangkan dana Sari Tani sebesar Rp 250 juta. Sehingga Kades dan Ketua Sari Tani diduga membagi sisa dana tersebut untuk mereka. Hal ini disampaikan H.A via pesan WhatsApp kepada awak media pada Senin 9 Februari 2026.

Menurut H.A, tindakan Kades Taunbaen Timur sangat tidak pantas dan merugikan masyarakat. Sehingga kasus ini harus diusut tuntas oleh Inspektorat TTU, Kejari TTU dan Kades yang bersangkutan dapat mempertanggungjawabkan tindakannya. Karena masyarakat Taunbaen Timur berhak mendapatkan kejelasan dan keadilan", ujarnya.

"Sebab hasil dugaan penyelewengan dana Sari Tani, maka sang Kades Ari Amsikan bisa membuat rumah mewah dan membeli mobil mewah pula. Padahal 3 unit sumur bor yang diadakan mubasir sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Taunbaen Timur", ujar H.A.

Lebih jauh kata H.A, Kades Taunbaen Timur tidak hanya menyelewengkan dana Sari Tani, tetapi yang bersangkutan juga pergi ke luar NTT atau meninggalkan tugas sebagai Kepala Desa selama 1 bulan. Kades Ari Amsikan, pergi ke Provinsi Bali ditemani istrinya tanpa izin Bupati TTU sebagai Kepala Daerah", ujar H.A.

Selain itu, Kades Taunbaen Timur juga diduga salah mengelola Dana Bumdes sehingga sampai tahun 2026 ini fisik Gedung BUMDES Taunbaen Timur terbengkalai.

Sementara Kepala Desa Taunbaen Timur, Ari Amsikan, saat diwawancarai RRI.CO.ID via telpon menyampaikan bahwa terkait dana mesin bor yang diambil dari dana Sari Tani itu dipakai setelah ada musyawarah bersama warga. Karena pengurus Sari Tani beranggapan bahwa dana tersebut terlalu lama parkir di rekening sehingga perlu dimanfaatkan untuk pemboran sumur.

Lanjut Kades Ari Amsikan bahwa, mesin bor yang ia beli merupakan mesin tipe hidrolik dan kualitasnya tertinggi dan harganya bukan Rp 80 juta, melainkan harganya adalah Rp 235 juta di luar biaya pengiriman mesin bor tersebut ke Taunbaen Timur.

Usai pengadaan mesin bor kata Kades Ari Amsikan, program Desa Taunbaen Timur adalah mengebor 1 titik sumur bor. Sumur tersebut dibor dengan biaya sebesar Rp 54 juta menggunakan mesin bor milik Sari Tani. Perjanjiannya adalah biaya ke pengurus mesin bor sebesar Rp 20 juta, sedangkan pihak ke tiga itu biayanya sebesar Rp 34 juta.

"Namun seiring berjalannya waktu, ada oknum tertentu merusak sumur bor yang diadakan itu dengan cara memasukan batu ke pipa dari sumur itu. Karena sebagai Kades Taunbaen Timur, saya memiliki foto dan video setelah pengeboran itu terdapat air hanya disayangkan karena sudah dirusak. Bahkan sumur bor itu tidak bisa dibersihkan karena tersumbat oleh batu yang dimasukan oleh oknum tak dikenal", ujar Ari.

Karena itu, pihak ketiga mengembalikan biaya pengeboran itu sebesar Rp 27.892.000 pada 30 Desember 2025 lalu ke rekening Desa Taunbaen Timur. Bahkan pihak ketiga juga menyampaikan bahwa sumur tersebut tidak berhasil sehingga tidak mengapa ia mengembalikan biaya pengeboran walaupun ia merugikan", kata Ari (S.K)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....