Warga TTU Mengakhiri Hidupnya di Pohon Asam
- 09 Feb 2026 14:42 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Warga Desa Suanae Kecamatan Miomafo Barat digegerkan karena orang gantung diri. Korban gantung diri yakni Zakarias Oba Babu, yang memilih mengakhiri hidupnya di pohon asam pada Minggu kemarin. Hal ini disampaikan oleh Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, melalui Kasubsi PIDM IPDA Markus Wilco Mitang pada Senin 9 Februari 2026
Menurut IPDA Wilco, bahwa berdasarkan kronologinya pada Minggu pukul 11.30 Wita Kepala Desa Suanae, Patrisius Faimau menghubungi KSPK I Aiptu I Ketut Sukawan via telepon bahwa telah terjadi kasus gantung diri di kampung Oelkunu, Desa Suanae.
Berdasarkan keterangan saksi, Paulus Sonlay, bahwa korban merupakan anak angkatnya yang telah mereka pelihara sejak usia tiga bulan. Ternyata sejak lahir, korban telah mengidap penyakit epilepsi. Sehingga ia bersama istri melakukan berbagai upaya pengobatan, baik secara medis maupun tradisional, namun tidak tertangani.
"Biasanya ketika penyakit almarhum kambuh ia mengalami kejang kemudian jatuh lalu tidak sadarkan diri. Beberapa waktu lalu korban sempat terjatuh di dalam dapur dan tangan kirinya terbakar. Bahkan banyak bekas luka di tubuh korban akibat terjatuh ketika penyakit epilepsinya kambuh", ujar Paulus.
Menurutnya bahwa sebelum korban meninggal, kesibukan sehari-hari adalah memberi makan ternak sapi dan menghabiskan waktu untuk bekerja di kebun", ujar Paulus.
Pada hari Minggu sekira Pukul 07.00 Wita, Paulus, sempat bersama korban memerah susu sapi yang lokasinya berjarak 50 meter dari TKP. Selanjutnya mereka kembali ke rumah untuk sarapan. Kemudian Paulus bersama sang istri, memasak untuk persiapan kegiatan arisan di rumah. Karena itu ia menyuruh korban untuk tidur, supaya menjaganya agar terhindar dari penyakit epilepsi yang sering kambuh kalau banyak orang.
Bahkan sehari sebelumnya juga bertepatan dengan 40 hari kematian paman kandung korban yang meninggal di Kupang. Sehingga keluarga besar berangkat ke Kupang, tetapi korban saya tidak mengijinkannya ikut karena takutnya penyakit korban kambuh ketika berada di keramaian", ujar Paulus (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....