PMII Alor Refleksikan Seabad Perjalanan NU

  • 08 Feb 2026 20:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Memasuki satu abad kiprahnya, Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya diperingati sebagai organisasi keagamaan tertua di Indonesia, tetapi juga sebagai gerakan sosial-keumatan yang konsisten menjaga nilai Islam moderat dan kebangsaan. Momentum tersebut dimaknai secara mendalam oleh Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Alor sebagai ruang refleksi, pengabdian, dan peneguhan arah perjuangan ke depan.

Sejak didirikan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 1926, NU hadir sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sekaligus berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berakar pada tradisi menjadi fondasi utama NU hingga memasuki abad keduanya.

Kader PMII Alor, Irfan Leki, mengatakan, peringatan satu abad NU menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami kembali sejarah dan arah perjuangan NU. “Harlah satu abad NU ini menjadi momentum refleksi historis perjalanan NU selama 100 tahun, sekaligus ajakan kepada kader PMII Alor sebagai generasi penerus untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Aswaja,” Irfan kepada rri.co.id, dalam acara Harlah NU di Masjid Istiqomah kabupaten Alor. Minggu, 8 Februari 2026.

PMII menegaskan komitmennya untuk tetap tegak lurus pada ajaran Aswaja An-Nahdliyah, mengakar kuat pada tradisi, namun tetap progresif dalam menjawab dinamika zaman. Sikap tersebut dinilai relevan dalam memperkuat spiritualitas, intelektualitas, serta kepekaan sosial kader PMII di daerah.

Memasuki abad kedua NU, PMII Alor memandang pentingnya reorientasi gerakan agar tetap kontekstual terhadap tantangan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi. Kader PMII didorong untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, penguatan sumber daya manusia, serta pengabdian nyata di tengah masyarakat.

Di Kabupaten Alor yang dikenal sebagai wilayah dengan kehidupan masyarakat yang plural, PMII menilai NU memiliki peran historis dalam merawat toleransi dan persatuan. Nilai moderasi beragama yang diwariskan para ulama NU dinilai sejalan dengan karakter masyarakat Alor yang hidup rukun dalam keberagaman agama dan budaya.

Irfan menambahkan, semangat tersebut harus terus dijaga dan diwariskan. “PMII berkomitmen melanjutkan khidmah NU dalam merawat toleransi, persatuan, dan nasionalisme moderat di Alor, agar keberagaman tetap menjadi kekuatan menuju peradaban yang damai dan mulia,” kata Irfan. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....