KDKMP TTU Terus Dikebut 7 Unit Mulai Beroperasi

  • 08 Feb 2026 06:24 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Kabupaten TTU saat ini sedang bergeliat membangun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebanyak 68 unit. Dari totol koperasi sebanyak itu, sudah 1 unit selesai dibangun di Kelurahan Kefamenanu Selatan. Bahkan sebanyak 7 unit KDKMP di TTU sudah mulai menjalankan bisnisnya di berbagai bidang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM TTU, Theodorus Kolo, S.Pt saat diwawancarai awak media di ruangannya pada Jumat 6 Februari 2026.

Menurut Theodorus, pembangunan fisik gerai KDKMP dan pergudangan di TTU sedang dikebut karena harus tuntas pada bulan Maret mendatang. Sebab berdasarkan instruksi presiden nomor 17 tahun 2025 semua gerai harus dituntaskan di bulan Maret 2026 supaya dimanfaatkan", ujarnya.

Lebih jauh kata Theodorus, total jumlah desa/kelurahan di TTU sebanyak 193 dimana yang sudah terbentuk KDKMP sebanyak 147 dan telah mengajukan lahan supaya dibuatkan gerai oleh PT Agrinas dan dikoordinir oleh Kodim 1618/TTU. Sedangkan 46 desa/kelurahan masih terkendala karena tidak memiliki lahan sesuai kriteria yang ditentukan.

Dikatakan Theodorus bahwa, KDKMP di TTU saat ini sudah berada pada fase operasionalisasi tetapi masih terkendala soal modal yang dimiliki dan fasilitas pendukung. Tetapi semangat masyarakat untuk beroperasinya KDKMP cukup besar sehingga perlu diapresiasi pemerintah dari berbagai level.

"Jadi di TTU saat ini sudah ada 7 unit KDKMP yang mulai menjalankan bisnis koperasinya walaupun belum memiliki gerai utuh dan pergudangannya. Bisnis yang sedang dijalankan adalah simpan pinjam, bermitra dengan Bank untuk penjualan pulsa elektrik, bisnis Pos Wesel, bekerja sama dengan Bulog untuk penjualan beras dan pasar murah sembako, dan ada pula yang berjualan gas elpiji", ujar Theodorus.

Ia menambahkan bahwa 1 unit KDKMP yang sudah mengadakan RAT di TTU yakni Desa Tuamese di Kecamatan Biboki Anleu. Semoga Koperasi Desa ini dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjadi contoh bagi desa  lain di TTU yang belum menjalankan bisnis sesuai potensi daerah masing-masing", ujar Theodorus.

Lanjutnya bahwa ke depan Dinas Koperasi dan UMKM TTU akan terus mendampingi tiap KDKMP yang ada supaya terus bertumbuh dan berkembang. Namun harus diakui pihaknya mengalami keterbatasan anggaran karena kondisi fiskal daerah terbatas sehingga harus dimaklumi. Namun kondisi ini tidak akan mematahkan semangat mereka hanya karena alasan keterbatasan fiskal karena pendampingan bisa dilakukan secara virtual", kata Theodorus (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....