HUT ke-18, Gerindra Malaka Tanam 700 Pohon
- 07 Feb 2026 23:57 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka: Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, DPC Partai Gerindra Kabupaten Malaka menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan. Aksi ini diwujudkan melalui penanaman 700 anakan pohon asam di kawasan Hutan Lindung Wemer, Kabupaten Malaka, Sabtu 7 Februari 2026.
Kegiatan bakti sosial ini dilakukan dengan menggandeng UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Belu dan Malaka, anggota DPRD setempat, serta perangkat desa dan warga sekitar yang tinggal di kawasan hutan lindung Kateri berstatus Suaka Marga Satwa tersebut.
Ketua DPC Partai Gerindra Malaka, Benny Chandradinata, menyatakan bahwa aksi penghijauan ini memiliki dua misi utama: menjaga struktur tanah untuk mencegah erosi dan membuka peluang fungsional kembali jalur transportasi Wemer.
"Tujuan kita adalah mempertahankan struktur tanah agar tidak terjadi longsor. Selain itu, kami berharap akses jalan Wemer suatu waktu bisa dibuka kembali karena memiliki nilai historis tinggi dan merupakan jalur tercepat penghubung Malaka ke Belu maupun TTU," ujar Benny kepada media.
Benny menjelaskan, jalur Wemer merupakan urat nadi perekonomian yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada masa lalu. Jika jalur ini kembali diaktifkan, jarak tempuh kendaraan akan lebih singkat dan aman dibandingkan jalur alternatif saat ini.
"Jika akses ini dibuka, ongkos angkut barang dari Atambua ke Malaka bisa ditekan. Dampaknya, harga barang di pasar Malaka pun bisa lebih terjangkau bagi masyarakat," kata Benny.
Meski saat ini jalur tersebut ditutup karena status kawasan hutan lindung, pihaknya berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mendapatkan izin pemanfaatan jalan tanpa merusak ekosistem.
Dalam kesempatan tersebut, Benny juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTT untuk melakukan verifikasi ulang terhadap kawasan pemukiman warga yang masuk dalam zona hutan, seperti di Desa Naet, Kecamatan Rinhat, dan area Wemer.
"Kami sudah usulkan agar kementerian terkait mengeluarkan lahan yang sudah ditempati masyarakat puluhan tahun dari kawasan kehutanan, sehingga warga bisa memiliki kepastian hukum melalui sertifikat tanah," ucap Benny.
Selain itu, Aksi lingkungan ini tidak berhenti di Hutan Wemer. Pada sore harinya, relawan dan kader Gerindra melanjutkan penanaman bambu di Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar tanggul Desa Naimana. Penanaman ini bertujuan untuk memperkuat dinding sungai dan mencegah jebolnya tanggul saat musim penghujan.
Benny mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif menjaga dan merawat setiap bibit yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang. (AS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....