Bangunan SDI Ninma Nyaris Roboh, Pemkab Malaka Bertindak
- 07 Feb 2026 08:10 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka - Pemerintah Kabupaten Malaka berkomitmen akan memperbaiki bangunan kelas jauh Sekolah Dasar Inpres (SDI) Ninma di Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur. Bangunan yang saat ini kondisinya memprihatinkan dan nyaris roboh tersebut akan diganti dengan bangunan darurat yang lebih layak dalam waktu dekat.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu usai memantau langsung kondisi sekolah tersebut pada Jumat 6 Februari 2026. Wakil Bupati Malaka mengatakan, langkah cepat perlu diambil demi menjamin keselamatan dan kelancaran proses belajar mengajar anak-anak di wilayah perbatasan Malaka-Belu tersebut.
Dalam dialog bersama warga dan guru, serta Kadis Pendidikan, Wakil Bupati Malaka menjelaskan secara regulasi, pendirian sekolah tersebut belum memenuhi syarat karena jumlah murid yang hanya 16 orang. Sesuai aturan, satu rombongan belajar (rombel) minimal diisi 20 siswa. Namun, mempertimbangkan jarak sekolah induk yang sangat jauh, Pemerintah Kabupaten Malaka mengambil kebijakan khusus.
"Secara aturan sebenarnya tidak layak karena muridnya hanya 16 orang, sementara minimal harus 20 orang. Namun karena pertimbangan jarak ke sekolah induk yang jauh, pemerintah mengambil kebijakan untuk tetap membantu agar anak-anak bisa bersekolah," ujar Henri Melki Simu.
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah bersama pihak desa, kecamatan, dan Dinas Pendidikan telah bersepakat untuk membangun gedung darurat yang lebih memadai secara gotong royong. Bangunan lama akan dibongkar dan diganti dengan konstruksi yang menggunakan atap seng serta dinding yang lebih kokoh.
"Untuk sementara kita gotong royong tadi kita sudah sepakat dengan ketua BPD Kepala Desa, Pak Camat, dengan dari Dinas juga kita sudah sepakat untuk kita bangun satu darurat lagi di sini juga apa-apa," kata Henri.
Rencana ini mendapat dukungan penuh dari pemilik lahan sekaligus satu-satunya pengajar di sekolah tersebut, Maria Goreti Ulu. Ia menyatakan sudah menyiapkan lahan miliknya untuk pembangunan gedung yang lebih permanen.
"Dari kami sudah siap untuk memberikan lahan ini untuk pembangunan sekolah ini supaya bisa dibangunan gedung sekolah yang lebih layak. Kami juga berharap untuk pemerintah, tadi sudah bersepakat, setelah ini kami akan menunggu tindak lanjut dari pemerintah untuk kami bersama-sama membangun sekolah ini," ungkap Maria.
Pembangunan gedung darurat ini ditargetkan rampung dan siap digunakan pada awal Maret 2026. Selama proses pengerjaan berlangsung, aktivitas belajar mengajar para siswa dialihkan sementara ke gedung Posyandu terdekat. (AS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....