Kerusakan Mangrove Menyebabkan Abrasi Pesisir Pantai Atapupu Belu
- 06 Feb 2026 14:29 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Peduli lingkungan alam pesisir warga dusun Susuk Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu meminta warga untuk tidak melakukan penebangan secara liar pemohonan mangrove yang ada.
Warga dusun Susuk Feliks Ulu saat disambangi rri.co.id mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan pesisir dengan tidak secara sembarangan melakukan perambahan secara liar dengan menebang pepohon mangrove di sekitar kawasan hutan pesisir.
"Minta pemerintah adakan pertemuan dengan masyarakat biar sadar jangan tebang sembarangan pohon mangrove, ini manfaat besar untuk pesisir pantai perlu dilindungi. Potong kayu untuk lopo, kandang ternak, masak garam sebenanya tidak boleh," kata Feliks saat disambangi Kamis 5 Februari 2026.
Fungsi hutan mangrove sebagai penopang ekosistem alam pesisir, menghindari terjadi abrasi. Selain itu keberadaan hutan mangrove apabila terjaga secara baik sebagai temat hidup biota laut.
"Ada banyak biota laut terumbu karang, ikan, juga satwa seperti burung dan hewan monyet bisa hidup," ucapnya.
Luasan hutan mangrove membentang mulai dari pesisir pantai desa Dualaus ke wilayah perbatasan desa Silawan Belu bisa dibilang sebagian besar kian rusak.
Pemerintah pun bukannya tidak melakukan penanaman ulang, namun ribuan bibit anakan mangrove yang ditanami kebanyakan gagal tumbuh.
Dampak paling dirasakan terjadi pendangkalan laut lokasi pesisir akibat abrasi, satwa laut kehilangan tempat berlindung dan berkembang biak.
Perlu dilakukan konservasi laut sebagai upaya perlindungan, pelestarian, dan pengelolaan ekosistem lokasi pesiair oleh pemerintah melibatkan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....